suplemenGKI.com

Rabu, 3 Juli 2019

02/07/2019

KUASA-NYA MEMBEBASKAN

Mazmur 66:1-12

 

PENGANTAR
Setiap orang percaya seharusnya mengalami pembaharuan hidup, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.  Pembaharuan hidup tidak bisa diupayakan dan dikerjakan dengan kekuatan diri sendiri.  Membutuhkan kuasa yang mampu mematahkan berbagai belenggu yang mengikat dan menjerat hidup.  Kuasa pembebasan sejati hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan yang mampu memberikan kemerdekaan sejati bagi orang percaya.  Mari kita renungkan! 

PEMAHAMAN

  • Apa alasan pemazmur mengajak umat-Nya bahkan seluruh bumi memulikan Dia? (ayat 1-5)
  • Melalui Mazmur ini pemazmur hendak mengingatkan perbuatan dan karya-Nya yang dahsyat.  Apa yang Allah lakukan bagi umat-Nya? (ayat 6-7)
  • Kuasa pembebasan Allah bagi umat-Nya itu memiliki dampak dan peran penting dalam kehidupan selanjutnya.  Apa dampaknya?
  • Apakah anda masih menyadari dan merasakan kuasa pembebasan-Nya dalam hidup sehari-hari?

Melalui Mazmur ini, bangsa Israel dituntun untuk menyadari keberadaan Allah yang layak dimuliakan, karena Dia memiliki kuasa pembebasan yang dijalankan-Nya dengan cara yang dahsyat (ayat 1-5).  Dia hadir dan membebaskan umat-Nya dari belenggu perbudakan yang mengikat mereka di Mesir (ayat 6-7).  Kuasa pembebasan ini akan terus berlangsung, akan kembali terulang, dan tidak dapat dihambat oleh kuasa mana pun.  Dengan kuasa yang sama Dia tetap berkarya bagi umat-Nya.

Kuasa pembebasan yang Allah kerjakan itu memiliki dampak dan peran penting dalam perjalanan kehidupan umat selanjutnya.  Apa dampak dan peran kuasa pembebasan itu?  Pertama, sebagai pendorong bagi umat untuk selalu memuji dan memuliakan Dia (ayat 1-7).  Pada saat mengalami perbudakan di Mesir, umat sangat mengalami tekanan dan sudah putus harapan.  Rasanya tidak mungkin mereka bisa terlepas dari tekanan hidup dalam perbudakan.  Tapi kuasa-Nya yang dahsyat itu membuat segala sesuatu mungkin terjadi.  Dan kuasa-Nya itu nyata.  Maka, setiap kali mengingat bagaimana kuasa Allah yang membebaskan itu terjadi, umat Allah mengakui bahwa Dia layak dipuji dan dimuliakan.

Kedua, sebagai kunci yang menolong umat untuk dapat memahami peranan kesulitan dalam kehidupan (ayat 8-12).  Melalui kuasa pembebasan yang dikerjakan maka umat Allah belajar untuk tidak terus menerus bertanya mengapa mereka harus mengalami kesulitan.  Mereka belajar untuk tidak terus menerus bersungut-sungut dan meragukan janji Tuhan.  Melainkan secara positif dapat melihat peranan kesulitan sebagai alat Tuhan memurnikan hati dan iman mereka kepada Allah (ayat 10).  Bagaimana dengan kita hari ini?  Masihkan kuasa pembebasan Tuhan itu menjadi daya dorong untuk selalu memuji kebesaran-Nya?  Masihkah menjadi kunci untuk memahami bahwa kesulitan itu Dia pakai sebagai alat memurnikan hati dan iman kita?
REFLEKSI
Allah sedemikian peduli dengan kehidupan umat-Nya yang terbelenggu dengan tekanan hidup.  Di dalam kuasa pembebasan-Nya, Dia mampu mengubah keadaan putus asa menjadi penuh asa.  Bagaimana pemahaman hari ini menolong anda untuk terus berharap? 

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu hari ini.  TUHAN mampukan  aku untuk terus berharap hanya kepada kuasa pembebasan-Mu.  Biarlah kuasa pembebasan yang telah Engkau kerjakan di masa lalu menjadi daya dorong untuk memuji-Mu dan berharap hanya kepada-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini saya mau menaikkan syukur atas ………. (sebutkan pembebasan yang telah Allah kerjakan di masa lalu).  Saya mau tetap berharap bahwa kuasa pembebasan itu tetap berlaku dalam perjalanan hidupku ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»