suplemenGKI.com

Rabu, 3 Januari 2018

02/01/2018

Mazmur 29:3-9.

 

 “Kemuliaan Dan Keagungan Hanya Bagi Allah 2”

 

Pengantar:
            Pernahkah saudara mendengar suara yang menakutkan dari sumber suara yang saudara ketahui, misalnya suara benturan tabrakan mobil. Dan pernahkah saudara mendengar suara yang menyenangkan, misalnya suara orang memanggil “sayang” kepada saudara, tetapi saudara tidak melihat ada orang yang memanggil saudara. Pertanyaan berikutnya, suara mana yang lebih menakutkan saudara? Suara benturan mobil tabrakan yang saudara lihat dengan mata sendiri atau suara lembut “sayang” tetapi saudara tidak melihat ada orang yang memanggil saudara? Mungkin saudara akan lebih takut ketika mendengar suara lembut memanggil saudara “sayang” tetapi saudara tidak melihat orangnya. Hari ini pemazmur memaparkan ada tujuh macam suara Tuhan dalam menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

Pemahaman:

1)      Apa yang hendak dijelaskan pemazmur dengan memaparkan tujuh suara Tuhan itu?

2)      Apakah makna dari suara-suara Tuhan melalui alam semesta itu?

Dalam frasa-frasa mulai dari ayat 3-9 pemazmur memaparkan suara Tuhan yang jika dirangkai dalam sebuah kisah seperti demikian: Badai mulai bergerak di atas air laut dengan kekuatan dahsyatnya, kemudian bergerak ke atas gunung-gunung, selanjutnya bergerak menerpa pohon-pohon, kemudian mengarah ke padang gurun, lalu menyemburkan nyala api yang dahsyat, suara Tuhan itu kemudian membuat padang gurun kadesh gemetar, sehingga rusa betina yangmengandung beranak dan suara Tuhan juga mengakibatkan hutan menjadi gundul. Semua itu mengekspresikan keagungan kuasa Allah yang sangat dahsyat dan ajaib. Semua unsur alam yang disebutkan oleh pemazmur itu hendak menegaskan bahwa kekuatan, kuasa, kehebatan dalam bentuk apapun di muka bumi ini tidak akan mampu menandingi kemahakuasaan dan keajaiban Allah. Sebagai penutup dari pemaparannya tentang kedahsyatan suara Tuhan itu, di ayat 9, pemazmur membuat sebuah kesimpulan dengan mengatakan: dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru “Hormat” Hal itu menegaskan dua hal, Pertama: setiap orang harus mengakui kemahakuasaan, kedahsyatan dan keagungan Allah yang mengatasi segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. Kedua: setiap orang seharusnya menyembah, memuji dan memuliakan Allah dengan mempercayai Allah yang diwujudkan dalam kesetiaan beribadah kepada Allah atas dasar kesadaran bahwa sekalipun Tuhan itu maha segala-galanya tetapi tetap mau mengasihi kita yang kecil dan hina ini.

Refleksi:
Banyak orang berkata “saya hidup takut kepada Allah” tetapi kebiasaan hidupnya masih suka menyombongkan diri, tidak setia beribadah. Itu berarti belum mengakui Allah dalam hidupnya. Bagaimana dengan saudara, sudahkah saudara mengakui Allah dg setia beribadah?

Tekad:
Ya Tuhan, saya mohon ampun kepada-Mu karena selama ini saya masih belum sepenuhnya mengakui Engaku, sehingga saya masih kurang setia beribadah maupun melayani Engkau.

Tindakkan:
Saya akan berjuang untuk menundukkan diri di hadapan Allah dengan semakin setia beribadah, melayani dan menyaksikan Dia kepada dunia sekitar saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«