suplemenGKI.com

Yesaya 40:9-11.

 

Indahnya Dalam Dekapan Sang Gembala

 

Pengantar:

Profesor Sosiologi Brenda Eheart, mempunyai kepeduliaan kepada anak-anak yang tidak pernah mengenal rumah yang penuh kasih dan kestabilan, misalnya: anak-anak  jalanan, dari keluarga tidak mampu, anak-anak korban KDRT, anak-anak yg tidak diinginkan dsb. Tetapi kendalanya ia tidak memiliki lokasi yang cukup luas dan dana banyak. Ia berdoa di hadapan Tuhan, kemudian mendapat hikmat yaitu mengkampanyekan kerinduan itu kepada para orang tua yang terbeban, kepada para lansia yang peduli kepada anak-anak terlantar, kepada para ahli terapis anak-anak, psikolog dan para rohaniawan yg mau menjadi sukarelawan. Cukup lama ia berjuang untuk mewujudkannya. Suatu ketika  markas angkatan udara di dekat rumahnya di Illinois akan segera ditutup. Brenda Eheart mencoba menyampaikan kerinduannya dan ternyata diresponi positif oleh pihak angkatan udara. Kemudian menghibahkan markas tersebut untuk mendirikan yayasan “Hope Meadows” Padang rumput harapan. Sampai saat ini banyak anak-anak terlantar merasakan dekapan kasih di rumah Hope Meadows.

 

Pemahaman:

  1. Siapakah yang dimaksud dengan Sion, Yerusalem dalam seruan di ayat. 9?
  2. Apa yang dilakukan Sang Gembala kepada setiap orang yang datang kepadaNya? (10-11)

Di Israel sebutan Sion, Yerusalem selain mengacu pada suatu lokasi, tetapi juga

dipakai untuk menunjuk pada umat Israel secara komunal maupun personal yang telah mengalami pembebasan, kasih dan berkat Tuhan (umat pilihan Tuhan) Mareka diberi status sebagai umat Allah yang harus menjalankan tugas pembawa kabar baik tentang kedatangan Tuhan bagi orang atau bangsa lain yang masih dibelenggu oleh dosa dan berhala duniawi. Umat Israel harus menyerukan kabar baik itu dengan tidak takut, tidak malas dan dengan sekuat tenaga dan kesungguhan. Agar orang lain, bangsa lain mengetahui bahwa Tuhan itu berkuasa melepaskan, membebaskan setiap orang yang datang kepadaNya dibebaskan, dilepaskan dari belenggu-belenggu dosa dan keterpurukan.

Di ayat. 11, “Ia menggembalakan, menghimpun, dipangkuNya, dituntunNya..”  merupakan suatu gambaran betapa indahnya, sejahteranya dan bahagianya berada dalam dekapan tangan Tuhan. Hidupnya akan menuju pada kedamaian, kesejahteraan dan kebaikan. Ini juga menjadi gambaran akan apa yang Yesus lakukan bagi setiap orang yang datang kepadaNya. Hanya dalam dekapan gembala agung Tuhan Yesus Kristus ada keindahan, kedamaian dan kesejahteraan, mari kita datang kepadaNya.

 

Refleksi:
Teduhkan hatimu, apakah engkau merasa hidup ini indah, bahagia dan sejahtera? Puji Tuhan. Jika belum datanglah kepada Kristus maka hidupmu menjadi indah, damai dan sejahtera.

 

Tekad:
Tuhan, aku ingin damai, bahagia dan sejahtera, raihlah tanganku untuk datang kepadaMu.

 

Tindakan:
Dalam kesederhanaanku, aku ingin menjadi Sion, Yerusalem untuk membawa kabar baik bagi orang lain, agar mereka dapat mengalami damai, bahagia, sejahtera dalam dekapan Tuhan Yesus, seperti aku telah merasakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*