suplemenGKI.com

Rabu, 3 April 2019

02/04/2019

Tuhan Pemimpinku

Yesaya 43:14-21

Pengantar

Tanpa kita sadari seringkali kita hidup bergantung pada orang lain, bahkan banyak orang hidup menuruti kehendak orang lain. Anak terhadap orang tua, bawahan terhadap atasan, istri terhadap suami, karyawan terhadap pimpinannya. Bersyukur kalau kita mempunyai atasan, pimpinan, suami atau orang tua yang baik, maka kita juga akan menjadi baik adanya. Namun alangkah celakanya kalau kita punya pimpinan, atasan, suami, orang tua yang tidak baik, maka kita pun juga turut menderita karenanya. Bagaimana kalau pemimpin kita itu Tuhan?

Pemahaman
Ay 14. Apa yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel terhadap bangsa Babel?
Ay 15, Apa yang dinyatakan Tuhan kepada bangsa Isreal?
Ay 16-17, Apa yang Tuhan perbuat kepada bangsa Israel yang dulu?
Ay 18-21, Apa yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel yang akan datang?

Ketika bangsa Israel ada di Babel hal yang sangat mereka rindukan adalah pembebasan sepenuhnya, pembebasan dari penjajahan dan hidup di negerinya sendiri. Hal inilah yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel, bahwa mereka akan dibebaskan dari belenggu Babel dan mereka dapat pulang ke negerinya.

Bagi sebagian besar bangsa Israel pembebasan dari negeri Babel adalah hal yang tidak masuk akal mengingat waktu itu kerajaan Babel sangat kuat sekali. Maka Tuhan mengingatkan mereka bahwa Tuhan adalah yang Mahakudus dan Rajamu dan juga pencipta bangsa Israel. Bagi Tuhan pembebasan bagi bangsa Israel itu adalah mudah, karena Tuhan pengatur alam semesta juga yang hidup di dalamnya. Tuhan berkuasa mengatur semua orang yang ada di alam semesta, Tuhan juga mengatur raja-raja yang ada di dunia ini, baik turun maupun naiknya raja-raja Tuhan berhak atas semuanya itu.

Namun Tuhan juga mengingatkan bahwa Tuhan bukan saja Tuhan bagi masa lampau, namun Tuhan juga bagi masa depan bangsa Israel. Tuhan bukan saja telah melakukan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib masa lalu, namun Tuhan tetap akan memimpin bangsa Israel di masa depan.

Pengalaman masa lalu dimana bangsa Israel hidup sesuai dengan kehendaknya sendiri dan meninggalkan Tuhan menjadi pelajaran yang sangat penting bagi mereka. Kalau Tuhan mau membebaskan mereka dari Babel itu semata-mata karena kemurahan-Nya.

Kalau Tuhan dapat melakukan sesuatu yang baru buat makluk yang lain apalagi bagi manusia atau bangsa Israel, tentu Tuhan akan lakukan yang baik bagi umat kepunyaan-Nya. Tentunya kesadaran mau dipimpin oleh Tuhan sangat penting bagi bangsa Israel, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya mesti dipegang erat oleh umat-Nya.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan sejenak:” Seberapa besar saudara menyerahkan hidup saudara dan keluarga saudara di pimpin oleh Tuhan?” Seberapa besar saudara menyerahkan masa depan saudara untuk dipimpin oleh Tuhan?

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah kalau kami merasa bahwa kami dapat dan sanggup mengatur hidup kami dan masa depan kami sendiri. Amin

Tindakanku
Hari ini saya mau percaya hidup saya dipimpin oleh Tuhan. Saya mau belajar berserah kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«