suplemenGKI.com

Rabu, 3 Agustus 2016

02/08/2016

HIDUP YANG DIPERSEMBAHKAN BAGI TUHAN

MAZMUR 50:1-23

 

Pengantar
D. James Kenney menuturkan tentang seorang petani wanita di Afrika Barat yang diselamatkan secara luar biasa sekitar lima puluh tahun silam. Wanita itu selalu ingin melakukan sesuatu bagi Yesus. Banyak orang membawa persembahan berupa jagung untuk sebuah kegiatan penginjilan yang dilakukan oleh seorang misionaris, tetapi wanita ini sangat miskin sehingga ia tidak punya apa-apa untuk diberikan. Ketika tiba waktunya, ia maju dan menaruh sekeping koin perak di altar. Ini koin yang bernilai sangat besar. Mengira wanita itu memperolehnya secara tidak jujur, sang misionaris ragu-ragu menerimanya. Akan tetapi, dia tidak mau memancing terjadinya perdebatan, dia tidak mengatakan apa-apa, dan sesudah kebaktian, barulah si misionaris menghampiri wanita itu dan menanyakan kepadanya tentang uang tersebut. Wanita itu berkata bahwa karena Tuhan Yesus telah membebaskannya dari perbudakan dosanya dan telah memberinya hidup yang kekal, ia ingin melayani-Nya dan membantu membuat-Nya dikenal oleh orang lain. Jadi, ia pergi ke perkebunan di dekat situ dan menjual dirinya sebagai budak seumur hidupnya seharga satu dolar. Itulah pemberian yang diletakkannya di altar malam itu (Dikutip dari “1001 Kisah Inspirasi & Kutipan” oleh R. Kent Hughes). Cerita ini menyampaikan pesan tentang ketulusan hati dalam mempersembahkan yang terbaik bagi Allah. Kita akan belajar melalui mazmur 50 tentang mempersembahkan yang terbaik untuk Allah.

Pemahaman

Ayat 1-6         Bagaimanakah pemazmur menggambarkan kemahakuasaan Allah?

Ayat 7-15      Apakah yang Allah akan anugerahkan kepada umat yang hidupnya berkenan kepada-Nya?

Ayat 16-23    Bagaimanakah sikap Allah kepada orang fasik? Sikap hidup seperti apakah yang Allah kehendaki untuk diperbuat umat-NYA?

Pemazmur dalam teks bacaan dengan jelas memberikan gambaran tentang kebesaran, kedahsyatan, dan kemahakuasaan Allah (ayat 3). Pemazmur menyadari bahwa Allah yang disembah dan diagungkan umat adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Allah yang berkuasa atas ciptaan-NYA. Allah yang adalah hakim atas umat-Nya (ayat 6).

Allah menyampaikan kepada umat-NYA bahwa seluruh alam semesta adalah ciptaan-NYA. Segala binatang yang menjadi korban bakaran umat adalah juga milik Allah. Allah menunjukkan alasan kemurkaan-NYA. Allah melihat bahwa umat tidak dengan sungguh-sungguh mempersembahkan korban kepada-NYA. Motivasi umat dalam menyampaikan persembahan hanya semata-mata untuk “mengambil hati-NYA” atau untuk membujuk-NYA. Seharusnya persembahan yang mereka berikan haruslah diperuntukkan sebagai tanda syukur dan juga untuk menggenapi janji kepada Allah (ayat 14). Jika umat mempersembahkan korban bakaran dengan benar, maka Allah akan memperhatikan kehidupan mereka (ayat 15).

Allah menyoroti kehidupan orang fasik yang cemar dan tidak berkenan dihadapan Allah. Allah tidak menghendaki umat bersikap seperti orang fasik yang sikap hidupnya memperlihatkan kemunafikan (ayat 16-17). Allah menuntut umat hidup dalam kejujuran dan ketulusan serta tidak lupa untuk tekun mengucapsyukur kepada Allah (ayat 22-23).

Refleksi
Sudahkah sikap hidup kita mencerminkan kejujuran dan ketulusan? Sudahkah dalam segala keadaan kita selalu mengucapsyukur?

Tekadku
Mampukan kami untuk senantiasa mengucapsyukur kepada-MU ya, Allah. Tolonglah kami untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran dan ketulusan dalam kehidupan bersama orang lain.

Tindakanku
Belajar bersyukur dalam keadaan apapun. Belajar untuk selalu jujur dan tulus dalam melakukan apapun. Belajar jujur dan tulus dalam membangun hubungan dengan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«