suplemenGKI.com

Rabu, 29 Maret 2017

28/03/2017

PERHATIAN ALLAH KEPADA KITA

Mazmur 130:1-4

 

Pengantar
Bagi sebagian orang Kristen, kalimat “melakukan pengakuan dosa” mungkin jarang diperdengarkan.Di gereja kita, pengakuan dosa masuk dalam  bagian dari liturgi. Namun mengaku dosa bukan hanya sebuah liturgi atau aturan gereja, mengaku dosa adalah bagian dari sebuah pertobatan. Bagaimana dengan kita, kapan seharusnya kita mengakui dosa-dosa kita?

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Bagaimana keadaan Pemazmur ketika berseru kepada Tuhan? Apa yang diinginkan oleh Pemazmur?
  • Ayat 3-4         : Bagaimana sikap Pemazmur ketika berdoa? Apakah yang menjadi keyakinan Pemazmur ketika berdoa?

Pemazmur mengatakan, “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!” Dari perkataan ini menggambarkan bahwa Pemazmur sedang mengalami penderitaan dan membutuhkan pertolongan. Mazmur ini merupakan seruan dari orang yang dipenuhi dengan rasa penyesalan. Dalam keadaan terpurukpun Pemazmur mau datang kepada TUHAN.Dari hal ini kita belajar:Bagaimanapun keadaan kita: sedih, banyak masalah, menderita, kita harus datang kepada Tuhan. Selagi kita berseru kepada Allah, kita juga harus meyakinkan diri kita akan jawaban damai dari-Nya. Sebab inilah yang didoakan oleh Pemazmur dengan penuh iman “Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada permohonanku.” (ayat 2)

Pemazmur datang kepada Tuhan dengan merendahkan dirinya karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya di hadapan Tuhan (ayat 3). Dalam bahasa aslinya Pemazmur menyebut Tuhan sebanyak 2 kali dalam ayat 3 ini, YHWH dan Adonai. Perkataannya ini merupakan luapan perasaan yang amat takjub akan kebesaran Allah yang penuh dengan kemuliaan dan kengerian akan murka-Nya. Ia menyadari bahwa dalam mengakui kesalahan-kesalahannya, ia tidak dapat membenarkan dirinya sendiri di hadapan Allah. Oleh sebab itu ia mempunyai keyakinan bahwa di dalam Allah ada pengampunan dengan berkata “tetapi pada-Mu ada pengampunan.”Inilah anugerah Allah yang diserukan oleh orang berdosa yang telah bertobat di hadapan Tuhan. Pengampunannya adalah bentuk perhatian yang sangat istimewa dari Bapa kepada anak-Nya. Sebelum kita menerima pengampunan dari Tuhan, kita akan selalu mengalami tekanan dan penderitaan dalam diri kita. Kematian Kristus di atas kayu salib adalah bukti nyata betapa Ia menanggung dosa dan pelanggaran kita. Pengampunan Tuhan berikan supaya kita diselamatkan.Dari kisah ini kita belajar untuk lebih sungguh-sungguh untuk mengakui segala dosa kita tanpa ada pembenaran diri kita sendiri di hadapan Tuhan. Dan percaya bahwa hanya Tuhan-lah yang sanggup mengampuni segala dosa-dosa dan kesalahan kita.

Refleksi
Pernahkah kita secara pribadi datang kepada Tuhan dengan berlutut dan merendahkan diri mengakui segala dosa dan kesalahan yang sering kita lakukan di hadapan Tuhan? Datanglah kepada Tuhan melalui doa kita, maka kita akan berjumpa dengan-Nya dan Ia akan memberikan pengampunan kepada kita.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya agar bisa lebih menyadari bahwa engkau selalu memperhatikan kami. Sehingga kami bisa menjaga kekudusan hidup kami dan tidak jatuh dalam dosa yang sama.

Tindakanku
Saya akan mengakui dosa-dosa yang telah saya lakukan setiap hari dengan sungguh-sungguh bertobat bukan hanya pada saat doa pengakuan dosa yang diadakan di gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«