suplemenGKI.com

Rabu, 29 Juli 2015.

28/07/2015

Mazmur 51:2-9.

 

Pengakuan yang jujur disertai permohonan yang tulus.

 

Pengantar:
Setelah nabi Natan menegur Daud akan dosa yang telah diperbuatnya, Daud kemudian memahami apa yang menjadi konsekuensi atas dosa-dosanya. Daud kemudian membuat suatu pengakuan yang jujur disertai permohonan ampun kepada Tuhan. Ini adalah sebuah sikap yang sangat baik. Tidak banyak orang bersedia melakukan apa yang dilakukan oleh Daud. Melalui perenungan firman Tuhan hari ini kita belajar tentang sebuah kerendahan hati untuk mengakui dosa dengan jujur, tulus untuk memohon ampun kepada Tuhan.

Pemahaman:

1)      Dalam bentuk apakah Daud mengungkapkan pengakuan akan keberdosaannya?

2)      Apakah makna ungkapan “Kasihanilah, hapuskanlah, bersihkanlah, tahirkanlah” (v.3-4)

3)      Apa pula makna pernyataan Daud pada ayat. 6, 7 dan 8?

4)      Apakah makna pernyataan Daud pada ayat 9!

Tentu kita sudah mengerti bahwa Mazmur 51 ini adalah merupakan syair pujian yang berisi pengakuan akan dosa-dosa pemazmur, dalam hal ini adalah Daud. Pengungkapan pengakuan melalui pujian bukan berarti mengecilkan arti sebuah dosa yang telah dilakukannya, melainkan merupakan sebuah pengakuan disertai permohonan akan belas kasihan Tuhan, mengingat setiap dosa itu begitu menyakitkan, menekan dan memalukan.

Makna ungkapan “Kasihanilah, hapuskanlah, bersihkanlah, tahirkanlah” (v.3-4) adalah pemazmur menyadari bahwa hanya dengan memohon kasih Tuhan, dirinya bisa dibebaskan dari tekanan dosa, kotornya hidup karena dosa. Pemazmur merasa tidak layak, tidak kuat menanggungnya, seakan itu seperti kotoran menjijikkan harus segera dibuang.

Dalam ayat 6-8, pemazmur sangat menyadari bahwa dia telah berdosa kepada Tuhan. Dosa itu seakan tidak bisa dihindarinya, sampai dia menghayati bahwa dosa itu telah membuntutinya sejak di dalam kandungan sampai ia lahir. Itu menjadi beban berat dan hanya Tuhan saja yang bisa membebaskan dirinya. Dalam pujiannya ini pula pemazmur membuka batinnya kepada Tuhan bahwa permohonannya itu sungguh-sungguh keluar dari hati yang tulus dengan kesadaran bahwa Tuhanlah Sang sumber kebenaran yang berkenan membenarkan atau membebaskannya dari belenggu dosa.

Pada ayat 9 Pemazmur menyadari jika Tuhan berkenan membersihkannya dari dosa, maka ia yakin dirinya akan menjadi lebih baik dan hidup memperkenankan Tuhan. Jika kita sadar bahwa hanya Tuhan saja sumber pengampunan bagi dosa kita, saat ini datanglah kepada-Nya untuk memohon pengampunan kepada-Nya, jangan menunda hari esok.

Refleksi:
Renungkanlah sejenak, jika kita berbuat dosa, kepada siapa kita segera datang untuk memohon ampun? Dan apakah kita datang dengan kejujuran, ketulusan dan kerendahan hati?

Tekad:
Tuhan, tuntun & beranikan aku untuk datang kepada-Mu memohon ampun atas dosa-dosaku.

Tindakan:
Aku tidak akan menunda untuk datang memohon ampun kepada Tuhan, jika aku telah berdosa kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«