suplemenGKI.com

Mazmur 15

IBADAH YANG TERAPLIKASI

 

Pengantar
Kemarin kita merenungkan bagaimana kesungguhan kita mengupayakan kualitas hidup yang bercermin dari standar kualitas hidup yang Allah kehendaki.  Ketika Pemazmur memaparkan standar kualitas hidup yang Allah kehendaki ini, dia berbicara dalam kaitan dengan ibadah di kemah Allah dan gunung-Nya.  Artinya, sesungguhnya ibadah kepada Tuhan sangat berkaitan erat dengan kualitas hidup sehari-hari.  Pemazmur mengajak umat Allah untuk menyatukan hidup di hadapan Tuhan dengan hidup dalam keseharian bersama sesama umat manusia. 

Pemahaman
Ayat 1: Apa maksud Daud menyebutkan ‘kemah-Mu’ dan ‘gunung-Mu’?

Melalui pemaparan Pemazmur, apa artinya ibadah yang diiringi dengan kualitas hidup dan teraplikasi dalam hidup sehari-hari?

Bagaimana ibadah dan keseharian hidup kita?

Kedua, (lanjutan kemarin) kualitas hidup yang kita renungkan kemarin, yang menjadi standar Allah, dipaparkan Pemazmur diawali dengan pertanyaan ‘siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?  Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?’  Apa artinya?  Kemah yang di katakan pemazmur ini mengingatkan kemah yang senantiasa didirikan bangsa Israel dalam perjalanan menuju tanah Kanaan.  Setiap kali berhenti di satu tempat umat Allah ini mendirikan kemah untuk beribadah kepada-Nya.  Di dalam kemah sebagai tempat ibadah itu umat Israel menempatkan tabut perjanjian sebagai lambang kehadiran Tuhan.  Kemah yang didirikan itu sebagai tempat yang kudus untuk bertemu dengan Allah.  Dan penyebutan ‘gunung’ mengingatkan tempat di mana Tuhan seringkali berbicara kepada umat-Nya melalui perantaan nabi.  

Ketika Pemazmur menyebut ‘kemah-Mu dan gunung-Mu’ maka dia mengingatkan bahwa ibadah berarti berhadapan dengan kehadiran Tuhan yang kudus, yang tidak dapat dipermainkan dimana umat harus menyiapkan diri dan hati berhadapan dengan Tuhan sebagai pribadi yang kudus dan yang selalu rindu berbicara kepada umat-Nya.  Perjumpaan dengan Tuhan dalam ibadah menyadarkan umat merendahkan hati memohon anugerah pengampunan dan kasih-Nya agar Dia memberi kesempatan dan kemampuan untuk memperbaiki kualitas hidup dari hari kehari.  

Apa yang dituliskan Pemazmur ini menunjukkan kepada kita betapa erat hubungan antara ibadah dengan hidup sehari-hari yang melaksanakan kehendak-Nya.  Ibadah yang benar adalah ibadah yang didukung adanya hidup sesuai dengan kehendak Allah.  Kualitas hidup seharusnya mengiringi ibadah dan kualitas hidup sehari-hari mencerminkan kesungguhan ibadah di hadapan-Nya.  Ibadah yang Dia kehendaki adalah ibadah yang teraplikasi dalam hidup sehari-hari yang ditunjukkan dengan kualitas hidup.

Refleksi
Mari mengingat:  Sudahkah kita mempersiapkan ibadah dengan sungguh memperhatikan kualitas hidup kita?  Apakah kesungguhan ibadah kita itu teraplikasi dalam hidup sehari-hari dengan memberi hidup yang berkualitas?   

Tekadku
Tuhan tolong aku untuk mempersiapkan diri dan hati dengan sungguh saat datang kepadaMu dalam ibadah.  Dan mampukan anakMu untuk mewujudkan dalam hidup sehari-hari.  Ibadah yang teraplikasi!

Tindakanku
Hari ini ketika aku datang kepada-Nya, kuakui kegagalanku mengupayakan kualitas hidup dalam hal ……………. sebagai aplikasi dari ibadahku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«