suplemenGKI.com

Efesus 3 : 1 – 7.

Rahasia yang besar.

Ketika Rasul paulus menulis surat ini, ia sedang dipenjarakan di Roma. Walaupun ia mendapat hak istimewa  dengan diijinkannya tinggal di rumah yang disewanya namun ia tetap saja seorang yang dipenjara. Tangannya diikat oleh seorang serdadu Romawi supaya tidak melarikan diri. Dalam keadaan seperti itu Paulus menyebut dirinya “orang yang dipenjarakan karena Kristus”.  Hal ini diungkapkan Paulus bukan semata-mata karena ia adalah korban dari kebencian orang lain tetapi ia memandangnya sebagai  anugerah yang harus diterima dari Allah.

Pertanyaan penuntun.

1.       Rahasia besar  apakah yang diterima Paulus  yang menguatkan hidup dan pelayanannya ? (ayat 1-2)

2.       Bagaimana sikap Rasul Paulus dalam menerima wahyu Anugerah Allah tersebut ? ( ayat 3-7 (.

RENUNGAN.

Dalam bagian ini paulus kembali kepada pemikiran yang menjadi inti dari surat ini. Ia telah menerima wahyu mengenai Rahasia Allah yang besar dalam hidupnya. Rahasia itu adalah Kasih Karunia dan Damai Sejahtera Allah itu tidak hanya diperuntukkan orang-orang Yahudi saja tetapi untuk seluruh umat manusia. Dan ketika rasul Paulus merenungkan rahasia besar yang diterimanya itu, maka seperti apa ia dapat melihat dirinya ?

1.       Ia menganggap dirinya sebagai penerima kasih karunia.

Paulus menyadari bahwa Allah lah yang mengungkapkan  Kasih Karunia itu kepadanya yang selama ini dianggapnya bahwa kasih karunia itu hanya untuk orang-orang Yahudi saja tetapi ternyata untuk semua orang/ semua umat manusia.

2.       Ia menganggap dirinya sebagai penyebar dan saluran Anugerah Allah.

Paulus melihat tugasnya adalah sebagai penyalur dan saluran Anugerah Allah kepada semua orang. Hal yang besar dalam kehidupan Kristen adallah bahwa Allah telah memberi kita harta Iman Kristen yang sangat mulia yang untuk selanjutnya harus kita bagi-bagikan kepada sesame kita.

3.       Ia memandang dirinya sebagai orang yang memiliki martabat untuk pelayanan itu.

Paulus berkata bahwa Anugerah Allah yang Cuma-Cuma itu telah menjadikan ia seorang pelayan. Baginya pelayan itu bukan sesuatu yang menjenuhkan, tetapi justru sebagai kehormatan.

Kita perlu mengucap syukur kepada Tuhan karena Kasih Karunia dan Damai sejahtera Allah itu juga turut kita miliki. Juga diberikan secara Cuma-Cuma kepada kita. Akan kita apakan Anugerah Allah yang sudah kita miliki tersebut ? kita diamkan / kita simpan rapat-rapat ? Jangan kita diamkan ! tetapi salurkan kepada orang lain. lalu bagaimana caranya kita menyalurkan Anugerah Allah yang sudah kita terima ? Kita bisa menyalurkan melalui : mengajar mengenai Allah, bernyanyi bagi Allah, mengatur dan merencanakan pekerjaan Tuhan, berkunjung kepada mereka yang berkekurangan dan putus asa, memperhatikan orang-orang baru dan lain sebagainya. Hal-hal seperti itu harus kita kerjakan sebagai suatu kehormatan yang harus kita terima dengan senang hati, jangan dengan terpaksa. Bagaimana dengan saudara ?

Amin.

“kita sepatutnya mengucap syukur karena Kasih karunia dan Damai Sejahtera Allah juga dianugerahkan kepada kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«