suplemenGKI.com

Rabu, 29 April 2015

28/04/2015

1 Yohanes 4:7-10

ALLAH ADALAH KASIH

 

PENGANTAR
Mengaku “Allah adalah kasih” berarti percaya bahwa kasih adalah sifat yang melekat pada diri Allah. Nampaknya, semua orang Kristen telah memahami prinsip yang sederhana dan mendasar ini. Benarkah demikian?  Pada kenyataannya, masih banyak orang Kristen yang mengaku bahwa “Allah adalah kasih” namun masih tidak sepenuhnya yakin bahwa Allah selalu mengasihinya.

PEMAHAMAN

Ay. 7              Para pembaca surat Yohanes disebut sebagai orang-orang yang “lahir dari Allah”.Menurut Anda, siapakah mereka? Mengapa mereka disebut demikian? (lihat 3:1 dan 5:1)

Ay. 8              Di ayat ini terdapat pernyataan yang singkat dan padat, “Allah adalah kasih.” Menurut Anda, apa arti pernyataan ini?Apa hubungannya dengan sebutan mereka sebagai orang yang “mengenal Allah” (ay. 7)

Ay. 9              Apa hubungan antara pernyataan “Allah adalah kasih” dengan karya pendamaian yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus bagi kita?

Orang-orang Kristen pada masa itu menyebut diri mereka sebagai orang-orang yang lahir dari Allah, atau anak-anak Allah. Sebutan “anak-anak Allah” merupakan identitas kebanggaan yang membedakan mereka dari orang-orang di sekitar mereka (3:1; 5:1). Di surat ini, Yohanes menggunakan sebutan itu untuk menyapa mereka dan menasihati agar mereka hidup dalam kebenaran dan kasih (lihat 3:9-10).

Pernyataan  “Allah adalah kasih” secara sederhana berarti bahwa kasih adalah salah satu karakter/sifat yang melekat pada diri Allah,yang dapat dipahami oleh manusia. Kita memang tidak dapat sepenuhnya mengenal siapa Allah. Namun, Allah telah memperkenalkan diri-Nya kepada kita dengan menunjukkan salah satu karakter-Nya yang dapat kita mengerti, yaitu kasih. Melalui kasih-Nya itulah kita dapat mengenal Dia (ay. 7). Mereka yang mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang “mengenal Allah” – yang juga merupakan sebutan kebanggaan pada masa itu – seharusnya juga mengenal salah satu sifat Allah yang terpenting, yaitu kasih.

Pernyataan “Allah adalah kasih” berhubungan erat dengan karya pendamaian yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus bagi kita. Karya Kristus di kayu salib adalah wujud nyata kasih Allah kepada kita. Jika kita percaya kepada Kristus dan mendapat anugerah dari karya pendamaian-Nya itu seharusnya kita tidak lagi meragukan kasih Allah kepada kita. Pada kenyataannya, kita masih sering meragukan kasih Allah kepada kita hanya karena Dia tidak memberikan kepada kita beberapa hal yang kita inginkan.

REFLEKSI
Pernahkah Anda meragukan kasih Allah kepada Anda? Peristiwa dan situasi seperti apakah yang Anda hadapi pada waktu itu? Bagaimana Anda memulihkan keyakinan Anda akan kasih Allah kepada Anda?

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku yang begitu mudah meragukan kasih-Mu padaku. Aku mau belajar untuk melihat kasih-Mu dalam setiap peristiwa dan situasi yang aku hadapi.

TINDAKANKU
Selama seminggu, setiap hari, aku akan mengucap syukur atas keselamatan yang aku peroleh melalui pengorbanan Yesus Kristus. Aku akan mengungkapkannya melalui kata-kata, atau tulisan, atau nyanyian.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*