suplemenGKI.com

EVALUASI DIRI

Mazmur 15

 

Pengantar
Cara yang tepat untuk mengevaluasi diri adalah mengingat-ingat dan memeriksa diri kita, mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri kita, apa yang sudah kita lakukan sebelumnya. Setelah memeriksa kita dapat memberikan penilaian sendiri pada diri kita dan berusaha memperbaiki sesuatu yang kurang baik dan menjadi lebih baik. Mazmur ini menolong kita untuk mengevaluasi diri kita, sikap, perkataan dan perbuatan kita sebagai orang yang percaya untuk hidup kudus di hadapan Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1     : Apakah arti pertanyaan yang disampaikan oleh pemazmur?
  • Ayat 2-4 : Bagaimanakah seharusnya sikap hidup orang yang bisa mengalami kehadiran dan persekutuan dengan Allah?
  • Ayat 5     : Bagaimana kehidupan orang yang memilliki hubungan dan persekutuan yang baik dengan Tuhan?

Pemazmur memberikan dua pertanyaan yaitu, “Tuhan, Siapakah yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” dan “Siapa yang boleh diam dalam gunung-Mu yang kudus? Kedua pertanyaan ini memiliki arti yang sema tentang siapakah yang bisa mengalami kehadiran dan persekutuan dengan Allah (Ay. 1).

Menurut pemazmur dalam ayat 2-4 orang yang bisa mengalami kehadiran dan persekutuan dengan Allah adalah orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil yang mengatakan kebenaran dengan segenap hati (Ay. 2), yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya (Ay. 3); yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan Tuhan (Ay. 4), yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tidak bersalah (Ay. 5).  Bagi semua orang yang memiliki hubungan dan persekutuan yang baik dekat dengan Tuhan akan memiliki hidup yang tidak akan goyah untuk selama-lamanya, dalam terjemahan sehari-hari hidupnya akan selalu tentram.

Dalam mazmur ini tersirat bahwa kita tidak dapat merasakan kehadiran Allah jika kita melakukan perbuatan yang tidak benar, penipuan, hujat atau sifat mementingkan diri sendiri. Oleh karena itu kita harus memeriksa sikap dan tindakan kita setiap hari, mengakui dosa-dosa, berbalik kepada-Nya dan senantiasa berusaha supaya kita bisa hidup layak di hadapan Tuhan. Serta sadar bahwa kehilangan hubungan dengan Allah berarti kehilangan segala sesuatu di dunia ini. Persekutuan yang akrab dengan Tuhan

Refleksi
Renungkanlah: Marilah senantiasa menanyakan kepada diri kita pertanyaan pemazmur ini dan mencoba menjawabnya dengan mengevaluasi kehidupan kita, apakah yang selama ini kita lakukan berkenan di hadapan Allah atau tidak.

Tekadku
Ya Tuhan berilah hati yang selalu rindu untuk bersekutu denganmu dan tolonglah saya supaya saya bisa menjaga hidup saya setiap hari, baik itu perkataan, pikiran dan perbuatan saya supaya bisa berkenan di hadapan-Mu.

Tindakanku
Saya akan mulai disiplin untuk saat teduh dan doa secara teratur setiap hari dengan sungguh-sungguh supaya hubungan dan persekutuan saya dengan tuhan menjadi lebih erat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«