suplemenGKI.com

Memilih Beribadah kepada Allah, Satu-satunya Penolong

Mazmur 146

 

Pengantar

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata “ibadah”, yang berasal dari bahasa Arab, sebagai perbuatan bakti kepada Tuhan dengan menaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Kata yang sama dalam bahasa Ibrani adalah “abodah” yang berarti mengabdi. Bagi umat Kristen, ibadah adalah ungkapan syukur atau respons umat atas karya penyelamatan Kristus. Ibadah bukan upaya manusia untuk mencari keselamatan. Ibadah dalam pemahaman iman Kristen terjadi atas inisiatif dan undangan Tuhan dan umat menanggapinya. Ibadah tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja (ibadah ritual) tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari (ibadah aktual). Apabila kita membayangkan diri kita seperti Rut (Rut 1:1-22) seorang pendosa yang berasal dari kumpulan orang berdosa pula, namun dipilih dan dikuduskan Tuhan, maka tak ada tanggapan yang lebih baik dari memilih untuk beribadah kepadaNya. Haleluya! Pujilah Dia, Allah kita, Sang Penolong satu-satunya.

Pemahaman

1.  Apa yang hendak dilakukan oleh Pemazmur? Apakah Sdr juga seantusias Pemazmur dalam memuji Dia, mengapa? (Ayat 2)

2. Mengapa sebaiknya kita tidak mengandalkan manusia, sekalipun ia kaya dan berkedudukan? (Ayat 3-4)

3. Sebaliknya mengapa kita harus mengandalkan Tuhan saja? (Ayat 5-6)

4. Apa yang dilakukan Tuhan dan mengapa demikian? (Ayat 7-9)

5. Apa tindakan nyata kita,  jika kita mengakui Tuhan sebagai Raja Semesta untuk selama-lamanya seperti yang dilakukan Pemazmur? (Ayat 10)

Mazmur 146 merupakan satu dari lima mazmur terakhir yang diawali dan diakhiri dengan kata “haleluya” yang berarti Puji Tuhan. Sebenarnya kenyataan bahwa Dialah Sang Pencipta dan Pemelihara Alam Semesta (Ayat 6) sudah cukup menjadi alasan mengapa kita perlu menyembah dan memuji Dia. Namun Pemazmur lebih jauh menambahkan, bahwa Tuhan kita adalah Allah yang maha peduli, adil, dan penuh kasih. Ialah yang membela orang-orang yang tertindas. Ia membela nasib janda-janda. Ia menyelamatkan Naomi dan Rut bahkan melayakkan mereka menjadi bagian dalam garis keturunan Raja Daud dan Tuhan Yesus Kristus sebagai Manusia di dunia.

Refleksi

Apakah aku senantiasa bisa bersikap seperti Pemazmur dalam beribadah (baik secara ritual maupun aktual) kepadaNya?

Tekad

Aku mau belajar menjadi seperti Pemazmur yang sangat antusias dalam menyembah Dia dan bertumbuh dalam pengenalan akan Dia secara pribadi.

Tindakan

Bersikap lebih sungguh-sungguh, baik dalam beribadah di gereja maupun dalam berkarya untuk memuliakan Dia, Sang Raja Semesta.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«