suplemenGKI.com

Lukas 21:25-28

AKHIR ZAMAN: SIAPA TAKUT ?

PENGANTAR
Pembicaraan mengenai akhir zaman selalu menjadi topik yang menarik. Mengapa demikian? Selain menggugah rasa ingin tahu atau rasa penasaran kita, pembicaraan akhir zaman juga juga memunculkan rasa takut dan kuatir di dalam hati kita. Ini karena topik mengenai akhir zaman sering dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa alam  dan peristiwa-peristiwa sosial yang dapat mendatangkan penderitaan besar kepada umat manusia. Bagaimana seharusnya sikap kita?

PEMAHAMAN
Perikop kita hari ini merupakan lanjutan dari perikop sebelumnya di mana Yesus bernubuat mengenai kehancuran kota Yerusalem yang akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi (ay. 20). Yesus menambahkan bahwa kehancuran Yerusalem akan disertai dengan penderitaan besar yang akan mereka alami (ay. 21-24). Perikop kita hari ini mengajarkan kepada mereka, sebagai orang-orang beriman, bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika semua itu terjadi.

  • Ayat 25-26. Kedatangan Mesias akan didahului dengan tanda-tanda.  Tanda-tanda apa sajakah yang disebutkan di sini? (ay.25).  Melihat tanda-tanda itu, apa yang dirasakan oleh banyak orang? (ay. 26). Apa artinya istilah ”mati ketakutan” di ayat 26?
  • Ayat 27-28. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang-orang beriman? (ay. 27-28).

Seperti yang dijelaskan Yesus, peristiwa-peristiwa yang luar biasa di alam semesta akan menjadi tanda datangnya akhir zaman. Karena itulah berbagai bencana alam seperti gempa bumi atau tsunami, juga sering dihubungkan dengan akhir zaman. Selain itu, berbagai hal yang menyebabkan penderitaan yang besar bagi manusia seperti peperangan, kelaparan, penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan kriminalitas yang meningkat, juga sering disebut sebagai tanda akhir zaman. Sangatlah wajar apabila peristiwa-peristiwa itu membuat banyak orang takut dan cemas. Siapa yang tidak takut menghadapi penderitaan yang besar? Istilah ”mati ketakutan” di ayat bisa berarti secara hurufiah (benar-benar mati), namun juga bisa berarti bahwa mereka tidak bisa melakukan apa pun karena ketakutan itu (bernafas pun tidak bisa)

Namun, sebagai orang-orang beriman kita tidak harus menghadapi semua itu dengan takut dan cemas. Sebaliknya, kita harus melihatnya sebagai tanda-tanda kedatangan Tuhan yang akan melakukan karya keselamatan-Nya. Dengan sikap yang demikian, kita tidak akan terbawa oleh rasa takut dan cemas orang banyak. Sebaliknya, kita justru akan dapat dipakai Tuhan untuk menolong mereka yang sedang dicekam rasa takut dan cemas.

REFLEKSI
Jika kita harus berada di antara orang-orang yang dicekam oleh rasa takut dan cemas, itu karena Tuhan hendak memakai kita untuk menolong mereka.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk mengatasi rasa takut dan cemas di dalam diriku sendiri agar aku dapat menolong mereka yang dicekam rasa takut dan cemas.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan mendoakan minimal dua orang yang aku tahu sedang dicekam oleh rasa takut dan cemas yang hebat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*