suplemenGKI.com

Lukas 1:67-75

 

Lawatan Allah Kepada Umat-Nya Adalah Wujud Pengampunan-Nya

            Penelitian sejumlah psikolog menunjukan bahwa yang membuat orang bahagia bukanlah kekayaan berlimpah, kedudukan tinggi atau karier meningkat; melainkan sebuah persahabatan yang dibangun berdasarkan pengampunan. Persahabatan yang dibangun berdasarkan pengampunan berarti membangun persahabatan tanpa melihat dia pernah bersalah ataukah akan melakukan kesalahan; melainkan berani menerima orang yang pernah bersalah dan siap menerima orang tersebut walaupun dia pasti akan masih bisa berbuat salah. Marilyn Elisa mengomentari temuan tersebut dalam USA Today, “Orang yang paling berbahagia dikelilingi saudara dan teman-teman, tidak punya masalah dengan tetangga dan yang terpenting adalah mudah mengampuni”

 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang menjadi latar belakang nyanyian nubuatan Zakharia ini?
  2. Mengapa umat Allah mengalami belenggu dari orang-2 yang membencinya?
  3. Kesan apa yang paling menonjol dari nubuatan Zakharia dalam bentuk nyanyian itu?

 

Renungan:

Bagian ini merupakan nyanyian Zakharia untuk memuji Allah ketika mulutnya terbuka, setelah sekian lama tertutup/membisu (Band. Luk 1:20) Dikatakan bernubuat karena ia melakukannya sesuai dengan pemahaman nubuat yang sebenarnya. Nubuat adalah mengatakan hal-hal yang akan terjadi mengenai kerajaan Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Isi nyanyian nubuat Zakharia adalah suatu kabar baik yang akan dialami oleh umat Tuhan, bahwa mereka akan mengalami kelepasan, kebebasan dan keselamatan karena akan tumbuh sebuah tanduk keselamatan dari keturunan Daud (v. 69) Hal itu berbicara tentang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus yang tidak lain adalah Allah sendiri yang akan datang melawat umat-Nya.

Kondisi umat Israel saat itu adalah dalam keadaan terbelenggu, baik oleh penguasa kerajaan Romawi maupun oleh himpitan moral, perselisihan dan ketegangan antar sesama, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkup sebagai bangsa. Bahkan mereka juga meninggalkan Tuhan dan itu semua merupakan dosa umat Israel yang membuat mereka terbelenggu dan tertindas. Tuhan memakai bangsa lain untuk menghukum mereka (Band. Luk 1:16-17) Tetapi mereka beranggapan bahwa penderitaan mereka adalah karena Allah adalah sebagai hakim yang senantiasa menuntut dan menghukum manakala mereka tidak taat. Namun semua itu dianulir oleh nyanyian nubuatan Zakharia yang menekankan bahwa Allah melawat umat-Nya dan memberi pengampunan kepada umat-Nya sesuai dengan perjanjian yang telah disampaikan kepada nenek moyang mereka (v. 73)

Sesungguhnya kesan paling menonjol dalam nyanyian nubuatan Zakharia ini adalah tentang Rahmat Allah yang berkenan melawat umat-Nya untuk memberikan kelepasan, pemulihan dan menerima umat-Nya oleh karena kasih kepada umat-Nya. Sekalipun umat Israel kerap kali meninggalkan Tuhan. Pengampunan Allah itu akan berwujud nyata dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri, datang ke dunia melawat dan mengampuni umat-Nya. Nyanyian Zakharia itu menunjukkan betapa bahagianya ketika mengalami pengampunan yang sejati dari Tuhan Yesus, sekalipun sebetulnya umat Israel tidak layak menerimanya, tetapi kasih karunia Allah tidak melihat umat Israel yang sudah pernah bersalah dan akan bersalah, melainkan pengampunan yang diberikan adalah karena Allah mengasihi umat-Nya. Saudaraku sungguh indah jika kita dapat mengungkapkan pujian syukur seperti Zakharia karena menyadari pengampunan Tuhan Yesus bagi kita. Wujud syukur kita bisa kita wujudkan lewat hidup yang rela mengampuni orang lain yang pernah bersalah dan mungkin akan kembali berbuat salah kepada kita. Tuhan Yesus telah melakukannya kepada kita, maukah kita melakukannya juga kepada sesama kita? Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*