suplemenGKI.com

Rabu, 28 Maret 2012

27/03/2012
Praise The Lord

Praise The Lord

Mazmur 118:1-4

 

Bersyukur Atas Kebaikan Dan Kasih Tuhan

 

            Ada banyak ekspresi yang bisa dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau suatu komunitas ketika mengalami kemenangan, kebebasan atau terhindar dari suatu yang mencelakankan. Misalnya dengan bergembira berpawai di sepanjang jalan raya atau mengadakan panggung hiburan atau mengadakan pesta makan-makan dan sebagainya. Kebiasaan itu seringkali tidak cukup hanya dilakukan sekali atau beberapa kali, melainkan biasanya dilakukan setiap tahun sebagai suatu peringatan hari besar yang tidak boleh dilupakan atau diabaikan karena merupakan tonggak yang bernilai sejarah. Contohnya tanggal, 17 Agustus adalah hari besar bagi bangsa Indonesia, karena merupakan hari kemerdekaan dari penjajah asing.

            Dalam Mazmur 118 ini kita menjumpai suatu ibadah raya yang begitu meriah sebagai sebuah hari raya besar bagi umat Israel, yang oleh penafsir Marie Claire Barth dan B.A. Pareira menyadur pernyataan Mowinkel, disimpulkan sebagai hari raya pondok daun. Sebuah perayaan yang memperingati akan pertolongan Tuhan yang telah membebaskan bangsa Israel dari penderitaan perbudakan Mesir sekaligus perayaan pesta panen raya sebagai wujud pertolongan Tuhan yang memberikan berkat berkelimpahan bagi umat-Nya. Semuanya itu diyakini sebagai kebaikan dan kasih Tuhan bagi umat-Nya. Untuk meresponi kebaikan dan kasih Tuhan itu maka umat mengadakan ibadah syukur dengan meriah.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1) Apa makna dari pengulangan “Bahwanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” dalam bagian ini?
2) Apa makna pemazmur menyebutkan “Israel, kaum Harun dan orang yang takut akan Tuhan? 

Renungan:
            Kalimat pertama dalam bentuk super skripsi atau judul di ay. 1 itu bukan sekedar menunjukan judul, tetapi juga merupakan sebuah pengakuan pemazmur bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh baik dan patut menjadi objek syukur umat. Pemazmur mengakui bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh baik dan telah terbukti dalam hal membebaskan, menyelamatkan umat Israel dari musuh-musuhnya, bahkan memberkati umat Israel dengan limpah dengan kecukupan dan negeri yang melimpah susu dan madunya. Pemazmur juga mengakui bahwa kebaikan dan kasih setia Tuhan itu dirasakan bukan hanya bersifat temporal atau sesekali, tetapi sifat kebaikan dan kasih Tuhan itu adalah kekal, tanpa batas dan  berlaku bagi umat Israel turun-temurun.

            Ajakan pemazmur kepada umat Israel untuk mengakui dengan syukur  atas kebaikan dan kasih Tuhan itu diungkapkan dengan rumus kuantitas yang bertingkat, mulai skala besar sampai kecil (Israel, kaum Harun sampai orang/personal) harus memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan. Hal itu menunjukan bahwa pemazmur menghendaki agar seluruh umat Israel tanpa terkecuali harus menyadari kemudian mengakui selanjutkan mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah, sedang dan akan dinyatakan terus dalam kehidupan mereka sebagai umat-Nya.

            Pernyataan syukur umat Israel juga harus disertai dengan hidup yang takut kepada Tuhan yang diungkapkan dengan memahami bahwa hanya ada satu Tuhan  yang penuh kebaikan dan kasih kepada umat Israel yaitu Allah yang telah membawa mereka keluar dari Mesir dan juga yang telah memberkati mereka dengan tanah perjanjian yang kaya dan subur.

            Bagaimana dengan kita sebagai umat Tuhan yang telah merasakan kasih dan kesetiaan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati untuk menyelamatkan kita dari dosa dan telah bangkit menjadi Raja gereja serta telah memberkati kita dengan limpah melalui makanan-minuman-pakaian setiap hari? Dan juga yang telah memampukan kita untuk setia kepada-Nya dalam beribadah, melayani dan menyaksikan Dia dalam hidup kita? Hanya ada satu kata yang penting “Teruslah bersyukur kepada Tuhan untuk selama-lamanya, bahwa kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«