suplemenGKI.com

Rabu, 28 Juni 2017

27/06/2017

Roma 6:12-23

HIDUP BARU, HIDUP BAGI ALLAH

PENGANTAR
Banyak orang Kristen yang setelah percaya kepada Yesus – atau, secara resmi dibaptiskan – justru tidak lagi bertumbuh secara rohani. Mereka mengira bahwa kelahiran baru di dalam Yesus adalah tujuan akhir dari kehidupan kristiani mereka. Sebenarnya, tidak demikian. Lahir baru di dalam Kristus adalah awal dari sebuah pertumbuhan rohani. Kita masih harus melanjutkannya dalam sebuah proses agar hidup kita semakin sesuai dengan kehendak Allah. Proses ini disebut ”sanctification” (pengudusan hidup).

Bacaan kita hari ini merupakan bagian dari Roma pasal 6 yang membahas proses ”sanctification” (pengudusan hidup) yang harus ditempuh setelah seseorang menerima keselamatan dalam Yesus Kristus. Dalam Roma 5:1-11, Paulus menegaskan bahwa di dalam Kristus mereka telah ”hidup dalam hidup yang baru” (ay. 4), dan karenanya mereka harus ”hidup bagi Allah” (ay. 11). Dua hal itulah yang akan kita pelajari lebih detil dalam pemahaman dan renungan hari ini.

PEMAHAMAN

  • Ay. 12-14. Bagian ini terkait dengan ”hidup yang baru” (ay. 4) yang harus ditempuh oleh setiap orang yang percaya kepada Yesus. Menurut Anda, apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan hidup yang baru itu? Sebutkan tiga nasihat yang diberikan Paulus di sini.
    • Ay. 15-23. Bagian ini terkait dengan ”hidup bagi Allah” (ay. 11) yang harus diterapkan oleh semua orang yang percaya kepada Yesus. Menurut Anda, apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan hidup bagi Allah itu?

Untuk mewujudkan hidup baru, kita harus melepaskan diri kita dari cara hidup kita yang lama, yang dikuasai oleh dosa. Sebagai orang-orang yang telah percaya kepada Yesus, kita tidak boleh membiarkan dosa terus-menerus menguasai kehidupan kita. Untuk itu, Paulus memberikan tiga nasihat bagi kita. Pertama, keinginan berbuat dosa mungkin masih ada dalam diri kita, namun kita harus menolaknya (ay. 12). Kedua, kita harus mengubah kebiasaan buruk kita dan mulai melatih anggota tubuh kita untuk melakukan kebenaran (ay. 13). Ketiga, kita harus bersandar kepada kasih karunia Tuhan karena kita tidak mampu mewujudkannya dengan kekuatan kita sendiri (ay. 14).

Selain mengubah cara hidup kita, kita juga harus mengubah arah atau tujuan hidup kita. Sebelum percaya kepada Yesus, kita hidup bagi diri kita sendiri, dan dengan demikian juga menjadi hamba dosa. Setelah mengenal Yesus, kita harus hidup bagi Allah, dan hidup sebagai ”hamba kebenaran” (ay. 18). Artinya, kita menyerahkan seluruh hidup kita untuk melakukan kebenaran, seperti yang Allah kehendaki bagi kita. Tentu saja, ini tidak mudah. Karena itu, kita harus tekun berupaya untuk mempelajari dan mentaati firman-Nya (ay. 17).

REFLEKSI
Setelah percaya kepada Yesus, masihkah iman Anda bertumbuh? Apakah Anda masih tekun berjuang untuk mewujudkan hidup baru dan mengarahkan tujuan hidup Anda untuk hidup bagi Allah?

TEKADKU
Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mewujudkan hidup baru dalam kehidupanku sehari-hari.

TINDAKANKU
Dalam satu bulan ini aku akan meninggalkan salah satu kebiasaan buruk yang masih sering aku lakukan, dan akan melatih diriku untuk melakukan satu kebiasaan baik, yang Tuhan kehendaki bagiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*