suplemenGKI.com

1 Kor 8:1-13

 

Kebebasan, Pengetahuan Dan Kasih

 

Pengantar
Setiap orang mengharapkan kebebasan, karena dengan memiliki kebebasan maka seakan-akan orang tersebut dapat berbuat sesuka-sukanya. Bahkan orang senang kalau tidak ada aturan, larangan dan bahkan tidak ada hukum. Mungkinkah manusia bisa hidup semacam itu? Tanpa ada aturan, norma-norma dan hukum yang berlaku? Bagaimana pendapat Paulus tentang hal itu?

Pemahaman
Ay 1-2, Apa yang Paulus katakan tentang pengetahuan?
Ay 3, Apa yang menjadi landasan Paulus untuk bertindak?
Ay 4-7, Apa yang Paulus katakan tentang makanan berhala?
Ay 8-11, Prinsip apakah yang Paulus ajarkan berkaitan dengan kebebasan?
Ay 12-13, Sikap yang bagaimanakah yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya?

Dalam kehidupan gereja yang mula-mula banyak pergumulan yang muncul berkaitan dengan iman percaya. Namun disisi lain, banyak juga orang yang sudah memiliki pengetahuan yang benar, namun mengabaikan orang lain. Dalam jemaat Korintus muncul perdebatan apakah diperbolehkan orang yang percaya makan dari persembahan berhala?

Ada sebagian berpendapat bahwa makan makanan yang dipersembahkan kepada dewa, tidak boleh dimakan oleh orang yang percaya, hal itu akan membuat orang tersebut najis atau berdosa.

Ada sebagian orang yang dianggap memiliki pengetahuan, menyatakan bahwamakanan yang kita makan tidak akan membuat seseorang berdosa, termasuk makanan yang sudah dipersembahkan kepada dewa.

Paulus mengingatkan jemaat yang ada di Korintus dalam menyikapi persoalan makanan berhala adalah tindakan kasih, yang berdasarkan pada kasih Allah.

Paulus membenarkan, bahwa bagi orang yang percaya memang tidak ada sesuatu yang “diberhalakan” dan dengan demikian tidak ada makanan yang dapat menjadikan orang najis atau berdosa. Namun Paulus juga menyadari bahwa masih banyak orang-orang yang terikat dengan hal-hal yang demikian atau benda-benda yang diberhalakan.

Paulus mengingatkan kepada orang yang percaya, bahkan yang sudah memiliki pengetahuan untuk bersikap lebih bijak menanggapi persoalan makanan berhala tersebut, agar sikap hidup orang percaya (yang memiliki pengetahuan dan kebebasan) tidak menjadi batu sandungan bagi orang yang lemah.

Paulus memberikan prinsip-prinsip yang mendasar bagi orang yang percaya, yang pertama, bahwa makanan tidak membawa seseorang bisa lebih dekat dengan Tuhannya. Kedua, kita tidak rugi atau tidak untung apa-apa kalau kita makan atau tidak makan makanan berhala tersebut. Ketiga, Menjaga kebebasan kita agar tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Refleksi
Renungkanlah: apakah kebebasan yang kita miliki menjadi batu sandungan bagi saudara kita?

Tekadku
Ya, Tuhan, seringkali tingkah laku kami menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Ajarkami untuk lebih peka terhadap sesama kami.

Tindakanku
Hari ini menunjukkan sikap hidup yang mengasihi sesama, misalnya dengan memperhatikan kebutuhan teman kita (dapat dengan cara mendoakan kebutuhannya)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*