suplemenGKI.com

Rabu, 28 April 2010

27/04/2010

Mazmur 148:1-12

Semua Harus Memuji Dia I

Mazmur 148 merupakan salah satu dari lima Mazmur yang berbentuk doxology (mazmur 146-150) Hal itu terlihat dari susunanya yang didominan dengan ungkapan yang mengajak untuk memuji dan mengangungkan Tuhan. Ajakan itu bukan saja kepada mahluk manusia yang adalah mandataris Allah, tetapi kepada semua isi alam semesta yang adalah ciptaan Tuhan. Mazmur-mazmur tersebut diawali dengan kata Haleluya, dan bagian terakhir juga ditutup dengan kata Haleluya. Itu menunjukan bahwa pujian dan pengagungan akan kebesaran dan kuasa Allah itu di atas segala-galanya. Itulah yang menjadi perhatian pemazmur.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Menurut saudara, mengapa pemazmur secara progresif mengajak semua mahluk, mulai dari malaikat mahluk yang paling tinggi derajatnya sampai kepada anak-anak, orang muda, orang tua semua harus memuji Tuhan? (ay. 2-12)
  2. Menurut saudara pemazmur penyelipkan dua kalimat berbeda dan yang lebih mengarah kepada alasan memuji Tuhan justru di tengah-tengah semua ajakanya? (ay. 5b-6)

Renungan:

Rasanya tidak berlebihan bila kita memberikan apresiasi kepada sikap pemazmur yang demikian, karena dengan perhatian yang begitu kuat dan fokus pada keagungan dan kebesaran Allah maka pemazmur dalam hal itu telah menjadikan Allah sebagai objek satu-satunya yang patut disembah dan dipuji oleh seluruh ciptaan-Nya. Ada hal-hal yang melatar belakangi ajakan pemazmur tersebut. Pertama: Di seluruh alam semesta hanya ada satu Allah yang tinggi luhur dan patut dipuji. Kedua: Ada kemungkinan pemazmur mendapatkan adanya kesalahan objek penyembahan yang terjadi dalam masyarakat pada saat itu (menjadikan bulan, bintang, mata hari atau gunung sebagai objek penyembahan) Ketiga: Pemazmur ingin mengembalikan pemahaman bahwa seluruh yang ada adalah berstatus ciptaan dan hanya satu pencipta yaitu Allah, Dialah yang harus dipuji dan disembah.

Prinsip kebenaran yang mutlak menjadi penekanan pemazmur, ketika dia mengungkapkan bahwa yang menciptakan itu yang berhak dan berotoritas untuk memberikan perintah atau pimpinan kepada yang diciptakan. Anda pasti sadar, bahwa ketika seseorang menyembah kepada sesuatu sekalipun sesuatu itu adalah buatan tanganya (patung tuangan) maka dia telah memberi dirinya takluk dibawah kuasa dan pimpinan yang dibuatnya sendiri. Itu sebuah kepercayaan yang keliru. Itu sebabnya pemazmur dalam ay. 5b menekankan Allah harus memberi perintah karena Allah yang mencipta segala sesuatu.

Sebagai penegasan pemazmur  menunjukan bahwa Allah itu kekal dan pemerintahan serta otoritas-Nyapun bersifat kekal dan tidak boleh diganti atau dialihkan oleh siapa dan kepada apapun juga (ay. 6). Jangan heran kalau Allah akan sangat murka ketika umatNya mencoba menggantikan sifat kekekalan dan keajaiban kuasaNya dengan apapun oleh siapapun juga.

Kita bersyukur memiliki Allah yang kekal dalam kuasa, kekal dalam kasih dan kekal sebagai pencipta. Dengan demikian kita diajar untuk tidak mencoba menjadikan diri kita, milik kita (harta, jabatan dan kekdudukan) sebagai pengganti objek penyembahan kita. tetapi kita dengan penuh keyakinan seperti pemazmur bahwa hanya ada satu Allah yang tinggi luhur dan patut dipuji dan disembah untuk selamanya, yaitu Allah yang telah menciptakan, menyelamatkan dan memelihara hidup kita.

Biarlah segala yang bernafas, bergerak, berstatus dan berwujud memuji dan menyembah Tuhan sang khalik alam semesta. Itulah yang dikehendaki oleh Allah dalam hidup kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«