suplemenGKI.com

Yehezkiel 18:30-32

 

“Kemurahan Tuhan tersedia bagi yang bertobat”

Pengantar:
            Saya pernah mendengar ungkapan yang berbunyi demikian “anak angkat lebih disayang dari pada anak kandung” Mengapa hal itu bisa terjadi? Terkadang sebagai anak kandung justru tidak menghargai kasih orangtuanya, sebaliknya anak angkat lebih menghargai kasih orangtua angkatnya. Itu sebabnya tidak jarang justru anak angkat lebih disayang oleh orangtua angkatnya dari pada anak kandung. Bacaan kita hari ini, Tuhan menyerukan kepada bangsa Israel agar kembali setia dan takut akan Tuhan, apa yang melatar belakangi seruan Tuhan itu?

Pemahaman:

1)      Siapakah kaum Israel itu, dan mengapa Allah akan menghukum kaum Israel? (v. 30a)

2)      Apakah yang hendak ditonjolkan dalam ayat. 30b-31?

3)      Apa yang menjadi alasan Allah menyerukan pertobatan bagi kaum Israel? (v. 32)

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah, oleh karena itu Allah mau membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dan memberikan tanah perjanjian Kanaan kepada mereka, itu berarti Israel adalah istimewa di mata Tuhan. Tetapi sayangnya Israel sangat tidak menghargai Allah, dengan mereka berpaling dari Allah, meninggalkan Allah dan menyembah berhala (bacaan kemarin) Atas sikap Israel yang demikian Allah pantas menghukum mereka seperti yang direncanakan Allah (v. 30a) Tetapi jika kita perhatikan di ayat 30b-31, Tuhan kemudian berseru kepada Israel agar mereka bertobat dari dosa-dosanya. Hal itu menunjukkan bahwa Allah memang harus menghukum manusia dosa, tetapi Allah yang sama selalu membuka pintu anugerah-Nya dan memberi kesempatan bagi umat-Nya untuk berubah dan bertobat. Kuncinya adalah, apakah umat-Nya mau sadar dan menyambut anugerah Allah itu? Ayat 31 Allah dengan tegas memerintahkan agar umat-Nya membuang segala kedurhakaan dan memperbaharui hati atau bertobat. Mengapa Allah menghendaki demikian? Karena Allah tidak menginginkan kebinasaan terjadi atas umat-Nya. Ayat 32 Tuhan berfirman melalui Yehezkiel: Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan Allah. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!”

Refleksi:
Marilah kita merenungkan. Siapakah diri kita ini di hadapan Allah? Kita adalah telah diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12) Maka marilah kita menghargai anugerah kasih Allah itu dengan hidup berkenan kepada Allah, bukan dalam kedurhakaan/meninggalkan Tuhan.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya mampu menjadi anak Tuhan yang lebih baik dari orang-orang yang  di luar Engkau.

Tindakan:
Berjuang membuang segala kedurhakaan (sikap, tindakkan, perkataan) yang tidak memuliakan Tuhan, kemudian meminta Tuhan untuk memperbaharui hati dan roh bagi kemuliaan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*