suplemenGKI.com

Mazmur 63:1-11

 

Ketika Jiwa Terasa Kering Dan Tandus

 

Pengantar
Ada saat-saat ketika Tuhan mengijinkan kita berada di sebuah padang gurun kehidupan. Mungkin kita sedang dihadang berbagai masalah atau sedang mengalami musibah demi musibah. Jiwa kitapun bisa terasa kering dan tandus. Mengalami kejadian ini, ada sekelompok manusia (Kelompok I) yang meresponsninya dengan mentalitas orang yang kalah atau merasa sedang menjadi korban atau sedang tertindas. Frustrasi dan bahkan depresi bisa dengan mudah dialami orang yang bermentalitas korban. Ada juga kelompok manusia dengan mentalitas transaksional (Kelompok II). Ketika menghadapi masalah ia cenderung mengambil jalan pintas yang dipilihnya sendiri. Ia mencari pertolongan di luar Tuhan. Iapun dnegan mudah mau bertransaksi dengan mengorbankan hubungannya dengan Tuhan demi memperoleh pertolongan di luar Tuhan. Sekalipun ia percaya Tuhan itu ada dan ia percaya Tuhan mampu menolong, namun sayang imannya hanyalah sebatas sebuah pengakuan yang belum mewujud nyata dalam sikap dan tindakan nyata.

Tak banyak orang yang mampu bersikap seperti pemasmur yang dengan mantap dan lantang mengatakan “Ya, Allah, Engkaulah Allahku” (ayat 1) dan “kasih setiaMu lebih baik daripada hidup …” (ayat 2) serta “Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku ..” (ayat 8). Respons semacam ini menunjukkan kualitas hubungan seseorang dengan Tuhannya. Betapa ia mampu menyerahkan masa depan dan bahkan hidupnya kepada Tuhan. Kelompok manusia yang ketiga ini memiliki mentalitas transformasional yang dengan pertolongan Tuhan mampu mengubah musibah menjadi berkat sehingga kemuliaan Allah Bapa pun dinyatakan.

 

Pemahaman
Ayat 1b:    Sanggupkah kita di tengah kekalutan masih dapat berkata: “aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu”?

Ayat 6-7:  Tatkala hati terasa gundah dan tidur menjadi sulit, mampukah kita berkata seperti pemazmur “Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai” ?

Ayat 11:   Mampukah kita untuk tetap bersukacita dan bermegah di dalam Tuhan sekalipun kesulitan sedang melilit kita?

Hanya orang yang bergaul akrab dengan Tuhan yang mampu memiliki sikap (1) mencari Tuhan dengan segenap hati, (2) mengandalkan Tuhan yang akan menolongnya dan  (3) tetap bersukacita dan bermegah di dalam Tuhan.

 

Refleksi
Biarlah aku belajar berdiam diri agar aku mampu bersikap seperti pemazmur yang di tengah masalah yang dihadapinya mampu merenungkan Tuhan sepanjang kawal malam (ayat 6).

 

Tekad
Ya, Tuhan kiranya dengan pertolonganMu aku mampu membangun relasi pribadi yang intim denganMu. Kiranya jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku (ayat 8).

 

Tindakan
Aku mendisplin diri untuk mencari Tuhan dan memusatkan pandanganku kepadaNya sambil melihat kekuatan dan kemuliaanNya (ayat 1-2)

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*