suplemenGKI.com

Mazmur 122:1-5

 

“Bangga Datang Ke Rumah Tuhan”

Pengantar:
Saudara, kalau boleh tahu, bagaimana perasaan saudara setiap kali datang ke gereja untuk beribadah? Apakah saudara cukup bersemangat atau biasa-biasa saja atau saudara merasa ke gereja adalah hanya membuang-buang waktu saja. Apakah saudara merasa bangga karena bisa setiap minggu datang beribadah di gereja saudara? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sesuatu yang aneh atau sesuatu yang tidak perlu. Tetapi sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat penting untuk direnungkan. Mari kita belajar dari pemazmur dalam bacaan hari ini.

Pemahaman:

  1. Penghayatan apa yang bisa kita tangkap melalui syair pemazmur di ayat 1-2?
  2. Apakah yang hendak diuangkapkan pemazmur melalui syair di ayat 3-5?

Bangsa Israel menghayati bahwa Yerusalem adalah pusat peribadatan dan pusat kehidupan berbangsa, melalui penghayatan demikian maka Yesursalem tidak saja sebagai tempat

umat menyembah Allah, tetapi juga tempat sumber pengayoman Allah terhadap umat-Nya. Itu sebabnya bagi Israel, kota Yerusalem di sana terdapat Bait Allah, sangat dihayati sebagai simbol kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya (1Raj. 9:3) Pernyataan pemazmur pada ayat 1-2, sesungguhnya merupakan ungkapan kerinduan yang disertai sukacita, kegembiraan ketika boleh datang ke Yerusalem, ke rumah Tuhan karena penghayatannya di rumah Tuhanlah mereka boleh berjumpa dan mengalami kasih, kuasa dan naungan dari Tuhan. Walaupun memang kehadiran Tuhan juga tidak hanya dibatasi di Bait Allah, Allah hadir di mana-mana. Namun kerinduan pemazmur untuk beribadah di Bait Allah adalah karena di sanalah akan terjadi perayaan, persekutuan, kebersamaan menikmati hadirat Tuhan. Itulah sebabnya pemazmur mengajak umat untuk pergi ke rumah Tuhan (v. 1b) Selain ungkapan kerinduan dengan sukacita beribadah di Bait Tuhan, pemazmur juga sangat bangga terhadap keberadaan Bait Tuhan di Yerusalem.  Pada ayat 3-5, secara sederhana pemazmur hendak menunjukkan (baca: memamerkan) kepada dunia, bahwa di Yerusalem ada Biat Tuhan, seakan-akan dia hendak memberitahukan bahwa di Yerusalem tempat yang paling layak menjadi tempat menyembah Tuhan (lih. v. 5)

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Selama ini seberapa rindu, seberapa sukacita dan seberapa bangganya ketika saudara bisa datang beribadah di gereja saudara setiap minggu? Ataukah saudara tidak merasa rindu dan bangga terhadap gereja saudara? Mari belajar dari pemazmur.

Tekad:
Ya Tuhan, saya bersyukur karena setiap minggu boleh datang ke gereja untuk beribadah kepada-Mu, dan saya bangga memiliki tempat ibadah yang baik seperti GKI Residen Sudirman.

Tindakkan:
Saya berkomitmen untuk mau terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan di gereja saya, karena di sanalah saya telah bertumbuh imannya kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*