suplemenGKI.com

Mazmur 122 : 1-9

“Rasa Damai di Rumah Tuhan”

Pengantar
Pernahkah anda datang ke gereja seorang diri, duduk di kursi panjang menghadap mimbar, lalu dalam suasana hening anda rasakan? Kemudian bandingkanlah dengan anda mengikuti kebaktian jam 9, dimana jemaat penuh sesak, disana bersama keluarga bertemu dengan kerabat dan saudara seiman, dalam suasana ibadah yang indah, kira-kira apa yang anda rasakan? Apakah rasa damai? Renungan ini akan menginspirasikan perasaan damai di rumah Tuhan.

Pemahaman

  1. Mengapa Pemazmur bersuka cita ketika berziarah ke rumah Tuhan? (Ayat 1-4)
  2. Pemazmur mengajak apa? (Ayat 6) Mengapa?Apa harapan Pemazmur? (Ayat 6 – 9)
  3. Perasaan apa yang anda dapatkan di rumah Tuhan.

Pemazmur bersuka cita manakalah handai tolannya mengajaknya berziarah ke Yerusalem. Persiapan perjalanan itu sendiri sudah menimbulkan rasa senang, apalagi setelah kakinya berdiri di pintu gerbang Yerusalem dan pelataran Rumah Tuhan.
Bagi Pemazmur dan para peziarah Yerusalem sangat berkesan, tembok-tembok yang menjamin keamanan menara-menara yang tinggi, bait Allah yang indah, dan masih banyak yang lain yang membuat para pengunjung yang kebanyakan dari desa sangat terkagum-kagum dengan kemegahan kota Raja di Yerusalem. Tidak kalah mengesankan adalah orang-orang yang bersama-sama dengan pemazmur bersyukur kepada Tuhan dengan penuh suka cita, ketika mereka melihat Yerusalem sebagai pusat ibadah juga sebagai pusat keadilan bagi semua orang yang datang.
Sungguh! Pemazmur dapat merasakan kedamaian manakalah berada di Yerusalem bahkan di Rumah Tuhan (Bait suci). Perasaan damai, tentram yang tak terhingga, sehingga Pemazmur menyerukan atau mengajak para pengunjung untuk berdoa bagi kesejahteraan Yerusalem. Damai sejahtera itu juga kiranya menemani mereka yang mencintai Yerusalem, yaitu mereka yang datang menghadap Tuhan di Rumah Tuhan. Damai sejahtera ini datang dari Tuhan yang hadir dalam rumahnya. Sehingga suka cita itu terus dapat dirasakan oleh setiap orang yang datang mencari Tuhan. Bukankah kita datang ke gereja dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhan (Mencari Tuhan), agar kita merasakan kedamaian dari Tuhan, sehingga kedamaian itu mempengaruhi kehidupan kita dan memancar dimana pun kita berada. Oleh sebab itu marilah kita beribadah dengan sungguh-sungguh agar kita dapat merasakan atau menikmati damai Tuhan.
Bagaimana dengan saudara?

Refleksi
Ambillah saat hening sejenak jawablah pertanyaan ini!
Apakah saya datang ke gereja dengan penuh suka cita?
Apakah tujuan saya ke gereja?
Sudahkah saya memiliki damai Tuhan dalam mengikuti ibadah di gereja?

Tekadku
Ya… Tuhan, tolonglah saya agar saya dapat beribadah di gereja dengan suka cita sehingga saya mendapatkan damai Tuhan.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan merubah sikapku agar saya beribadah kepada Tuhan dengan suka cita. Dan saya akan bagikan pengalamanku dengan teman-teman lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*