suplemenGKI.com

Rabu, 27 Mei 2015

26/05/2015

Mazmur 29:1-11

ALLAH DAHSYAT

 

PENGANTAR
Citra Allah melalui cerita atau gambar sering disampaikan sebagai pribadi yang lembut, sabar, tenang dan jauh dari situasi yang emosional/marah.  Citra yang seperti itu tidaklah salah, sebab memang demikianlah Allah.  Bacaan hari ini menjelaskan citra Allah yang ‘berbeda’, tidak seperti yang dipahami pada umumnya.  Namun itulah Allah sebagaimana harusnya diriNya dikenal dan dipahami.  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN
Ayat 1-2:  apa isi ajakan atau maksud pemazmur di bagian ini
Ayat 3-5:  bagaimana pemazmur menjelaskan suara TUHAN?
Ayat 6-9:  apa yang terjadi pada alam dan ciptaan ketika TUHAN bersuara?

Apa pendapat anda ketika membaca bagian ini?

Bagaimana pengalaman andatentang kedahsyatan TUHAN?

Pemazmur mengajak umat dan para penghuni surga untuk sujud kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan (ayat 1).  Ajakan pemazmur merupakan respons atas kebesaran, kemuliaan dan kedahsyatan TUHAN sebagaimana dalam bacaan.  Pemazmur mempersaksikan suara Tuhan di atas air, penuh kekuatan, mampu mematahkan pohon aras, menyemburkan api, membuat padang gurun gemetar, dan suara Tuhan membuat rusa betina beranak (ayat 3-9).  Pada puncaknya, pemazmur menyatakan;  “Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya” (ayat 10).  Makna air bah:  untuk menunjuk situasi kekacauan dan kematian.  Sebagai raja yang bersemayam di atas air bah, Allah mengaruniakan kekuatan, berkat dan damai sejahtera kepada umatNya (ayat 11).  Pernyataan Allah dihadirkan melalui suara-Nya yang penuh kuasa.  Dia menyatakan diri-Nya sebagai Raja yang berkuasa atas kekacauan dan kuasa maut.  Karena itu kehadiran-Nya membawa keselamatan dan damai sejahtera bagi umat percaya.

Penggambaran di atas mengajarkan kepada umat bahwa Allah adalah pribadi yang dahsyat, tidak ada bandingnya dan berkuasa penuh atas alam semesta.  Meskipun Allah adalah pribadi yang mengatasi segalanya, namun  Ia bersedia menyapa dan menghampiri umat-Nya.  Kepada Allah seperti itulah seharusnya umat datang dan sujud berserah diri.  Allah yang seperti itu jugalah yang bisa diandalkan di setiap pergumulan hidup.  Bukan bermaksud memanfaatkan kekuatan Allah tapi tepat seperti pengakuan iman yang disampaikan pemazmur, “TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umatNya.  TUHAN kiranya memberkati umatNya dengan sejahtera” (ayat 11).  Itu sebabnya jangan pernah berpaling dan meninggalkan Allah, apapun pergumulan kita.

 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Kuasa dan kasih Allah sungguh dahsyat dalam hidup orang percaya.  Dia patut diandalkan di setiap pergumulan hidup.  Mari jangan pernah berpaling dan meninggalkan-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus mau mengandalkan Engkau dalam setiap langkah dan pergumulan hidupku.

TINDAKANKU
Apapun juga pergumulan yang aku hadapi hari ini aku berusaha ingat bahwa hanya Dialah sumber pertolonganku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»