suplemenGKI.com

Pada ayat-ayat sebelumnya Paulus menegaskan status kita sebagai anak-anak Allah (8:16).  Paulus juga mendorong kita untuk hidup menurut Roh (8:13).  Namun, status baru dan cara hidup yang baru itu bukanlah sesuatu yang mudah dijalani.  Kenyataan dan keadaan yang kita hadapi tidak selalu mendukung kita.  Sebaliknya, kita justru sering berhadapan dengan berbagai situasi yang sulit.  Bahkan mungkin cukup banyak di antara kita yang harus bergumul dan berjuang menghadapi penderitaan dalam jangka waktu yang tidak singkat.

Bacaan hari ini mengungkapkan kenyataan tersebut.  Menjadi anak-anak Allah tidak berarti bebas dari berbagai macam penderitaan.  Jika begitu, bagaimanakah seharusnya sikap kita?

·   Ay. 18. Paulus mengajak kita mengarahkan perhatian kita bukan kepada penderitaan yang kita hadapi melainkan kepada kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.  Kemuliaan apakah yang dimaksudkan oleh Paulus di sini? (lihat ayat 17)

·   Ay. 19-23.  Siapakah yang dimaksudkan dengan “seluruh mahluk”?  Apa yang mereka alami?  Bagaimana mereka menghadapi keadaan tersebut?

·   Ay. 24-27.  Sikap apa yang apa yang Paulus ajarkan kepada kita? (Sebutkan dua hal).  Apa peranan Roh Allah di sini?

·   Ingatlah seorang teman atau sahabat yang sedang menderita.  Apa yang dapat Anda lakukan baginya?

Renungan:

Kesulitan dan penderitaan sering membuat kita melupakan ”happy-ending” (akhir yang manis) yang tersedia bagi kita.  Kita memilih untuk menyerah dan membuang kesempatan tersebut.  Karenanya, sangat beralasan bila Paulus mengingatkan kita kepada ”kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (ay.18).  Kemuliaan yang dimaksudkan di sini memang bisa menunjuk kepada dua hal. Pertama, kemuliaan yang bersifat eskatologis (berhubungan dengan akhir zaman) seperti yang diisyaratkan di ayat 23-24.  Kedua, kemuliaan yang berhubungan dengan hakekat kita sebagai gambar dan rupa Allah. Kemuliaan ini hilang ketika kita jatuh dalam dosa, namun dipulihkan ketika kita hidup sebagai anak-anak Allah (ay.16-17, lihat juga ayat 29).  Dua macam ”kemuliaan” sangat berharga untuk kita pertahankan dan perjuangkan meskipun harus melewati berbagai kesulitan dan penderitaan.

Paulus juga mengajak kita melihat bahwa mahluk-mahluk lain juga mengalami pergumulan dan penderitaan yang sama.  Mereka tidak berdaya dan tidak sanggup menghindar dari penderitaan itu. Hanya satu hal yang bisa mereka lakukan, yaitu menjalaninya meskipun berat (ayat 22: mereka mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin).  Namun, perhatikanlah cara mereka menghadapinya.  Mereka menghadapi semua itu dalam pengharapan!

Di bagian akhir bacaan kita hari ini Paulus juga memberikan dorongan kepada kita dengan sebuah kabar baik, yaitu bahwa kita tidak sendirian menghadapi semua itu.  Roh Allah menolong kita bertahan terhadap semua kesulitan dan penderitaan itu.  Dengan kata lain, jika kita tidak bertahan maka kita menyia-nyiakan kemuliaan yang tersedia bagi kita maupun kesetiaan Allah yang menopang kita.

Jalan menuju kemuliaan bisa ditempuh hanya oleh mereka yang senantiasa berpengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*