suplemenGKI.com

Rabu, 27 Maret 2019

26/03/2019

Mazmur 32:1-5

HIDUP BEBAS DARI RASA BERSALAH

Pengantar
Rasa bersalah adalah sebuah perasaan yang menempatkan seseorang tidak merasa bahagia, tidak merasa ada damai dan tidak tentram. Perasaan yang buruk, salah, tidak berharga, merasa gagal, merasa malu karena sesuatu perbuatan yang telah dilakukan. Para ahli psikologi berpendapat bahwa perasaan bersalah itu muncul karena kegagalan untuk mencapai standar-standar perilaku yang biasanya telah ditetapkan.

Rasa bersalah bisa saja menghantui kehidupan umat. Rasa bersalah bisa saja membuat umat hidup dalam keterpurukan. Itulah sebabnya rasa bersalah harus dapat diatasi. Pemazmur dalam teks bacaan mampu mengatasi rasa bersalahnya dengan cara yang berbeda.

Pemahaman

Ayat 1-2               Apa yang mendorong pemazmur untuk bersukacita dan berbahagia?

Ayat 3-4               Apakah yang pemazmur alami ketika hidup dalam dosa?

Ayat 5                   Apa yang pemazmur lakukan agar dapat terbebas dari kehidupan yang penuh dosa?

Dalam nyanyiannya, pemazmur menyampaikan bahwa merupakan sebuah kebahagiaan oleh karena memiliki Allah yang penuh kasih. Allah yang tidak memperhitungkan kesalahan dan dosa umat-Nya (Ayat 1-2). Pemazmur memiliki pengalaman iman yang memperlihatkan bahwa ketika dirinya hidup dalam dosa, dirinya berada dalam tekanan dan rasa bersalah (ayat 3-4). Hal itu membuat pemazmur seperti berada dalam lembah kehancuran. Namun dorongan untuk merendahkan hati dan mengakui dosa dihadapan Allah telah membuatnya mengalami kelegaan dan kelepasan (ayat 5). Tekanan yang dirasakannya serta rasa bersalah yang menghantui kehidupannya lepas dan membuat pemazmur berbahagia dan bersukacita.

Pemazmur mengajarkan pentingnya merendahkan hati dan mengakui dosa dihadapan Allah sebagai jalan untuk mengalami kebahagiaan dan sukacita. Pemazmur menyadari bahwa Allah bukanlah manusia yang selalu menghitung-hitung dan mengingat-ingat kesalahan. Allah adalah Allah yang penuh kasih. Allah yang menyambut umat-Nya yang mau merendahkan hati dan mengakui dosa serta memohon pengampunan.

Refleksi
Adakah dalam doa setiap hari dengan kerendahan hati umat mengakui dosa dihadapan Allah? Ataukah umat masih hidup dalam rasa bersalah?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami untuk memiliki kerendahan hati dan bersedia mengakui kesalahan dan dosa kami dihadapan-MU. Jangan membiarkan kami terus hidup dalam rasa bersalah oleh karena berbagai perbuatan kami yang tidak berkenan dihadapan-MU

Tindakanku
Setiap hari melakukan evaluasi diri. Evaluasi diri dapat dilakukan dalam saat teduh atau meditasi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«