suplemenGKI.com

Rabu, 27 Juni 2012

26/06/2012

Ratapan 3:39-66

 

“Langkah-langkah Pertobatan”

 “Kalau kamu memang mengaku bersalah dan mau bertobat, tunjukkan buktinya lewat perbuatanmu..!!” Apakah kalimat seperti ini pernah kita dengar atau bahkan ditujukan kepada kita? Entah apakah kalimat  itu disampaikan dengan cara yang tegas ataupun lembut, tapi itu adalah pernyataan yang sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan. Pertobatan dan keinginan untuk berubah tak akan tercapai jika tidak kita tunjukkan lewat sikap yang benar-benar nyata. Yeremiapun dalam Ratapan 3:39-66 juga menekankan hal yang sama.

  • Apa yang pertama-tama harus dilakukan oleh orang berdosa untuk menunjukkan pertobatannya? (ayat 39-47)
  • Sikap hati seperti apakah yang dituntut dari seorang yang mau bertobat? (ayat 49-54)
  • Doa yang seperti apakah yang selayaknya dipanjatkan oleh setiap orang yang mau menyerahkan diri kepadaNya? (ayat 55-66)

Renungan

Menyimak tulisan Yeremia dalam ayat 39-47, kita akan mendapati bahwa sebagai langkah awal pertobatan, penting sekali untuk memiliki “sikap mengeluh tentang dosa” (ayat 39). Ayat ini bukan mengijinkan umat untuk mengeluh terhadap penderitaan yang diterima sebagai konsekuensi dosa, melainkan kata ‘mengeluh’ ini berarti umat harus fokus untuk mengakui dosa dan sungguh-sungguh menyesal atas dosa yang telah diperbuat. Tindakan yang mau mengakui kesalahan dan menyadari titik-titik kelemahan yang dapat menjadi penyebab jatuh dalam dosa adalah langkah awal yang harus diambil oleh seorang yang menyatakan pertobatannya.

Lebih lanjut Yeremia juga menekankan perlunya sikap hati yang berkenan kepada ALLAH sebagai bukti kerinduan untuk bertobat. Hal itu dijabarkan dalam ayat 49-54. Pertobatan harus disertai dengan kerelaan dan keseriusan untuk membawa hati kepada TUHAN (ay. 41). Bagian ini mengingatkan kita pada Amsal 4:23. Hati yang terjaga dengan benar akan membawa kehidupan. Itu berarti jika kita jatuh dalam dosa, maka hati kita sedang tidak beres dan cenderung mengalami kematian. Membawa dan menyerahkan hati kepada TUHAN berarti sebuah sikap yang mau dikoreksi, dibenahi, dan sedia hanya melakukan kehendakNya saja, sembari mengingat bahwa dosa telah begitu menyeret pada kehancuran (ayat 40,42-48). Melalui sikap sedemikian, kita sedang membuka diri untuk meraih kehidupan di dalam belaskasihanNYA.

Selain mengakui dosa, menyesal dan membawa hati secara sungguh-sungguh kepada TUHAN, yang kemudian harus dilakukan sebagai lanjutan langkah pertobatan ialah penyerahan diri yang bisa kita ekspresikan melalui doa kita.

  • Ayat 49-56 : adalah ekspresi doa yang meyakini bahwa ALLAH adalah TUHAN yang Maha Mendengar dan Maha Pengampun. Saat pengampunanNya dinyatakan kepada kita, maka seharusnya kita sadar bahwa DIA tidak akan membangkit-bangkit kesalahan kita. Dan dengan kesadaran ini hendaknya  kita memiliki semangat dan tekad untuk mengusahakan kehidupan yang lebih baik sebagai buah pertobatan.
  • Ayat 57-66 : adalah ekspresi doa yang mendorong kita untuk yakin bahwa ALLAH setia mendengar teriakan kita dan sedia menopang kita yang memiliki kecenderungan jatuh dalam dosa ini. Penegasan melalui kata-kata “jangan takut” (ay.57) menjadi energi bagi kita untuk berani melawan dosa bersama dan di dalam DIA. Dan dengan keyakinan kiranya ini kita menjalani kehidupan dengan benar, di tengah dunia yang sangat pekat dengan dosa.

 

“Langkah pertobatan harus diawali dengan penyesalan dari mulut, lalu diikuti oleh lutut yang bertelut, dan dilengkapi dengan perubahan perilaku yang makin pantas/patut”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»