suplemenGKI.com

BUKTI DAMAI

Mazmur 148:1-6

 

PENGANTAR
Secara umum “bukti” menjadi tanda bahwa seseorang berstatus dan berkemampuan yang  sesuai  dengan tujuan dari bukti itu sendiri.  Misalnya, SIM menjadi bukti formal seseorang mampu mengendarai kendaaraannya sendiri.  Bila dikaitkan dengan kekristenan, apa yang menjadi bukti  iman yang damai?  Mari kita baca dan pelajari dari sikap pemazmur! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-4          : Apa isi ajakan pemazmur kepada umat Allah?
  • Ayat 5-6          : Apa yang pemazmur pahami tentang Allah dan karya-Nya?
  • Ayat 5b           : Apa alasan pemazmur melakukan ajakan tersebut?
  • Apa yang menjadi bukti iman saudara tentang Allah dan karya-Nya?

Apa yang menjadi bukti keimanan seseorang?  Sikap pemazmur dalam lantunan pujiannya menjadi bukti iman pemazmur, yang seharusnya menjadi teladan bagi sikap iman orang percaya masa kini.  Ada tiga bukti: Pertama, pemazmur adalah pribadi yang mudah bersyukur.  Sikap ini tampak dari penegasan berulang frasa, “pujilah Dia” (ay,1-4) yang menunjukkan  bahwa Mazmur ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah.  Bukan berupa pujian pribadi.  Bagi pemazmur, Allahlah yang layak dipuji dengan beragam cara melalui apa atau siapapun.  Kedua, pemazmur bersyukur dengan cara mengajak semua ciptaan memuji Allah.  Pemazmur memahami Allah sebagai pencipta dan pemelihara ciptaan, serta “pemberi ketetapan” (ay.6).  Kepada-Nyalah segala pujian dan syukur dinaikkan.  Dengan kata lain, bersyukur merupakan tindakan yang merayakan kuasa Allah atas ciptaan-Nya dengan tujuan membangun motivasi umat memuji Allah.  Ketiga, bersyukur menjadi bukti bahwa pemazmur senantiasa ‘berusaha’ menemukan kebaikan Allah dalam kehidupan, khususnya melalui keberadaan ciptaan sebab “semuanya tercipta” oleh-Nya (ay.5b).

Kehidupan tidak pernah menawarkan satu sisi keadaan saja.  Hidup adalah keduanya, senang dan sedih; suka dan duka menjadi satu paket yang harus diterima.  Meski tidak berubah, namun bagaimana menjalani sepenuhnya merupakan pilihan.  Membiarkan hidup dikuasai persoalan dan kekuatiran?  Atau memilih untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah, sumber kedamaian hati?  Setiap kita pasti punya kekuatiran ibarat salib yang mesti kita pikul.  Mari meneladani sikap hati pemazmur, walau di tengah beragam persoalan tetap membuktikan kedamaian hatinya melalui ungkapan syukur atas apapun dalam hidupnya.  Bahkan mampu mengajak yang lain untuk turut serta bersyukur atas karya-Nya. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: bersyukur dalam segala keadaan adalah bukti iman akan kehadiran Allah dan karya-Nya.  Jalanilah hari ini dengan bersyukur dalam segala hal dan segala keadaan.

TEKADKU
Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk membuktikan imanku akan kehadiran dan karya-Mu melalui sikap hidup yang senantiasa bersyukur dalam segala keadaan.  Sehingga sikap hidupku itu juga bisa membawa teman di sekitarku ingat akan Engkau dan karya-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau membuktikan imanku di …….. (tempat kerja, persekutuan, pelayanan, keluarga) melalui perkataan dan sikapku yang selalu bersyukur.  Sehingga ucapan syukurku membawa teman di sekitarku ingat akan karya Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*