suplemenGKI.com

Mazmur 19:1-15

Indahnya Berinteraksi Dengan Firman-Nya

 

Ketika seseorang ditanya “bagi kamu firman Tuhan itu apa?”.  Maka ada banyak pendapat yang berbeda.  Ada yang mengatakan “firman Tuhan itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” atau ada yang mengatakan “firman Tuhan itu roti hidup”, dll.  Yang prinsipnya adalah firman Tuhan itu sangat berperan penting dalam hidup setiap orang yang beriman kepada-Nya. 

Pertanyaan Penuntun:

  1. Bagaimana alam berperan menceritakan kebesaran-Nya (ay.1-5)
  2. Bagiamana kekuatan firman Tuhan bekerja dalam hidup orang percaya? (ay.7-11)
  3. Bagaimana kesediaan kita membaca firman-Nya?

 

RENUNGAN

C. S. Lewis, seorang teolog Inggris, memberi komentar mazmur ini sebagai puisi terindah dari semua mazmur dan tulisan terpenting dalam dunia.  Mengapa?  Dia memiliki alasan karena Mazmur ini menggabungkan kemuliaan Allah dalam keindahan alam (ay.1-6) dan kesempurnaan Allah dalam firman-Nya (ay. 7-14).  Melalui Mazmur ini kita menemukan bahwa Allah telah menyatakan kemuliaan dan pekerjaan tangan-Nya melalui ciptaan-Nya (ay.2-7).  Dan melalui alam semesta ini sesungguhnya manusia dapat mengenal hikmat, kekuatan, serta kebaikan yang Allah miliki.  Walaupun alam semesta tidak dikaruniai kemampuan untuk berbicara (ay.4), tetapi kebisuan alam tetap mampu menceritakan kemuliaan Allah sehingga didengar oleh siapa pun, dimana pun, serta kapan pun.

Allah menyatakan kemuliaanNya melalui alam, yang disebut sebagai penyataan umum.  Namun penyataan umum ini diperkaya dengan penyataan khusus Allah yaitu Dia menyatakan kebesaran dan kemuliaan-Nya melalui firman-Nya (ay.8-11).  Melalui firman-Nya, Allah menjalin hubungan dengan manusia secara langsung dan menyentuh keberadaan manusia hingga ke pusat kehendaknya yaitu mulai dari akal budi, hati, hingga jiwa.  Sentuhan yang dilakukan oleh firman-Nya adalah sentuhan secara pribadi dan bekerja di dalam diri manusia.  Manusia yang tersentuh oleh firman-Nya menjadi manusia yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.  Apa pun yang terjadi jiwanya tetap segar dan hatinya tetap bersuka.  Kesegaran dan kesukaan itu akan memancar keluar dari matanya sehingga orang lain dapat menyaksikannya (ay.9).  Melalui firman-Nya, manusia akan menyadari dosa-dosanya dan mengerti bagaimana seharusnya ia hidup (ay.12).  Penulis Mazmur ini, yaitu Daud, menyadari semuanya ini dan dituntun untuk memohon kepada Allah agar dianugerahi kemampuan dan kesempatan untuk hidup berkenan kepada-Nya (14-15).

Jika alam semesta bekerja dalam kebisuannya, firman itu akan bekerja dalam intereaksinya dengan manusia.  Karena itu manusia harus mempelajari dan memegang teguh firman-Nya seperti yang diteladankan oleh Daud (ay.12-13).  Betapa indahnya, sempurnanya, tepat, murni, benar dan lebih bernilainya firman Allah dari segala kemuliaan harta dunia (ay.11).  Karena itu jangan biarkan firman itu diam dalam kebisuan karena keengganan kita untuk berintereaksi dengan firman itu.  Keindahan dan kekuatannya akan bekerja dalam diri kita jika kita mau menyediakan waktu secara khusus untuk berintereaksi dengannya.

 

Keindahan firman-Nya dirasakan bagi setiap orang yang menyediakan hati berinteraksi dengan-Nya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*