suplemenGKI.com

Mazmur 80:9 – 15

 

Menyambut Adven dengan Mengenang Kasih-Nya

 

Pengantar
Pada bagian akhir bacaan perenungan kemarin, kita mengetahui bagaimana getirnya penderitaan yang dialami oleh Pemazmur. Akan tetapi Pemazmur tidak mengijinkan dirinya untuk terus berkubang dalam ratapan penderitaannya, melainkan ada sesuatu yang dia lakukan dan patut kita teladani. Hal inilah yang akan kita renungkan bersama hari ini.

 

Pemahaman

- ay. 9 – 13: Siapakah yang digambarkan sebagai pohon anggur di sini? Mengapa ia digambarkan sebagai pohon anggur?

- ay. 13-15: Apakah yang terjadi dengan pohon anggur itu?

Bangsa Israel sebagai umat Allah kerap kali digambarkan sebagai pohon anggur (misalnya dalam Hosea 10:1), atau bahkan juga kebun anggur (misalnya dalam Yesaya 5:1-7). Bila kita memperhatikan dengan cermat bagaimana pemeliharaan Allah atas pohon anggur itu, maka kita dapat merasakan betapa besar cinta kasih Allah. Pertama-tama Allah mengambil pohon anggur itu dari Mesir serta menanamnya di tempat lain yang tentunya lebih baik. Dalam prosesnya bahkan Allah menghalau bangsa-bangsa agar ada tempat bagi pohon anggur itu. Allah benar-benar menyediakan tempat yang tepat, sehingga pohon anggur itu dapat berakar sangat dalam serta merambah kemana-mana. Sedemikian suburnya pohon anggur itu bertumbuh sehingga gunungpun dapat dinaunginya, dan ranting-rantingnya sampai ke laut (sisi sebelah barat Israel) serta pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat (sisi sebelah timur tanah perjanjian). Nampaknya gambaran Pemazmur ini mengacu pada janji Tuhan dalam kitab Ulangan 11:24,“Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.”

Namun kini Allah seakan mengabaikan umat yang disayangi-Nya itu, dan Pemazmur merindukan disayangi Allah kembali. Dia mengenang betapa indahnya masa kejayaan Israel, yang kemungkinan merujuk pada masa keemasan bangsa Israel di bawah pemerintahan raja Daud dan Salomo.

Refleksi
Mengenang kasih Allah yang begitu indah tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi Pemazmur untuk kembali menikmati kasih itu. Dengan demikian pengenangan ini dapat dipahami juga sebagai suatu wujud sikap bertobat, mau kembali kepada Tuhan.

 

Tekad
Doa: Ya Tuhan, tolong saya untuk belajar mengenang kasih-Mu agar saya semakin dekat dengan-Mu. Amin

 

Tindakan
Saya akan menyiapkan sebuah pengalaman hidup bersama Tuhan untuk dibagikan dalam PA / KD Sektor terdekat.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*