suplemenGKI.com

Rabu, 26 Mei 2010

25/05/2010

Mazmur 8

PENGAKUAN NAMA TUHAN

Mazmur ini sarat dengan pengakuan keagungan dan rasa hormat kepada TUHAN.  Pemazmur juga mengungkapkan sederetan karya dan kebaikan TUHAN yang telah dilihat dan dialaminya.  Bagi Pemazmur karya dan kebaikan TUHAN layak diceritakan, sekaligus mengajak setiap orang untuk bersama-sama dengannya mengagungkan namaNya.

  • Bagaimana Pemazmur menyatakan rasa hormatNya kepada TUHAN? (ay. 2, 10)
  • Melalui Mazmur 8 ini berapa kali Pemazmur menyebut keangungan TUHAN?
  • Pengakuan Pemazmur akan keagungan TUHAN sungguh menakjubkan, bagaiamana dengan kita?

RENUNGAN

Sungguh Pemazmur memberikan pengakuan keagungan dan rasa hormat yang tinggi kepada TUHAN.  Pengakuan keagungan dan rasa hormat itu, diungkapkan melalui perkataan “Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMU diseluruh bumi!  KeagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan.”  Panggilan “TUHAN” yang diungkapkan Pemazmur menyatakan bahwa dia mengakui Allah Israel adalah Allah yang penuh kuasa, Allah yang besar, Allah yang tidak tertandingi oleh kehebatan (kekuatan) bangsa lain, Pemerintah yang kepada-Nya segala sesuatu tunduk dan menghambakan (merendahkan) diri.  Allah Israel yang dia percaya adalah satu-satunya yang berkuasa, Allah yang telah membuktikan janji-Nya bagi leluhurnya, Abraham, Ishak dan Yakub.  Dan Allah Israel yang dia percaya itu telah berkarya nyata dalam hidupnya.

Pengakuan keagungan dan rasa hormat kepada TUHAN itu dituliskan dua kali yaitu ay.2 dan 10.  Di awal Mazmurnya dia mengungkapkan pengakuan keagungan dan rasa hormat kepada TUHAN dengan seruan “Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMU diseluruh bumi!  KeagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan.”  Setelah itu dia menuliskan sederetan karya dan kebaikan TUHAN yang telah dilihat dan dialaminya.  Kemudian, diakhiri kembali dengan seruan pengakuan keagungan dan rasa hormat kepada TUHAN.  Itu membuktikan bahwa Pemazmur benar-benar menaruh hormat kepada TUHAN atas karya dan kebaikan -Nya.  Dia menyadari bahwa hanya TUHAN yang berkuasa dalam hidupnya dan DIA layak mendapat keagungan dan kehormatan.

Pemazmur mencoba menceritakan karya dan kebaikan TUHAN (ay. 3-9), dan itu semua telah dilihat dan dialaminya secara pribadi.  Karya dan kebaikan TUHAN itu membuat Pemazmur tidak dapat menahan diri untuk segera mengungkapkan pengakuan keagungan dan rasa hormatnya kepada TUHAN.  Sesungguhnya, ketika manusia berhadapan dengan TUHAN, Sang Pencipta dan Pemilik dunia ini; maka tidak ada sesuatu apapun yang dapat diagungkan (diandalkan).  Keagungan dan hormat itu hanya milik TUHAN.  Namun seringkali dalam kenyataan hidup sehari-hari manusia lebih menaruh hormat, mengagungkan allah lain yang dianggap dapat memberikan ketentraman, kebahagiaan, kenyamanan dan keamanan.  Lebih mudah bagi kita untuk mengagungkan (memuji, meninggikan) kemampuan diri sendiri atas prestasi atau keberhasilan yang telah kita raih. Kita anggap itu karena kemampuan dan usaha diri kita sendiri.  Ketika kita sehat, kita anggap itu karena usaha dan kemampuan diri kita yang pandai menjaga kesehatan.  Benarkah karena usaha dan kemampuan diri kita sendiri?  Dimanakah TUHAN?  Hanya DIA yang patut mendapat hormat dan pengagungan!

Karya dan kebaikan-Nya membuat kita takjub.
Hanya Dia yang patut mendapat hormat dan pujian yang menakjubkan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*