suplemenGKI.com

Rabu, 26 Juni 2019

25/06/2019

Bacaan : Mazmur 16

Thema ; Berserah dan percaya dalam menghadapi Pencobaan.

PENGANTAR
Adakah diantara kita yang pernah tahu apa yang akan kita alami/terjadi pada sepuluh tahun ke depan ? atau siapakah diantara kita yang tahu, apa yang akan kita hadapi di hari esok ?  menjawab pertanyaan tersebut, maka kita akan berpikir dua kali untuk menjawabnya.  Mengapa ? karena sehebat-hebatnya manusia, ia tidak akan bisa mengetahui apa yang akan dialaminya atau apa yang akan dihadapinya pada hari esok.

Pemazmur, yang hidup dalam kehidupan yang berliku-liku penuh dengan pencobaan juga tidak memahami apa yang akan dialami pada hari esok. Namun pemazmur tahu bagaimana caranya menghadapi dan menjalani kehidupan hari esok yang penuh misteri tersebut. Bagaimana caranya ?

PEMAHAMAN.

  1. Dalam menghadapi persoalan kehidupan, apa yang dilakukan oleh Pemazmur ? ( ayat 1-6 )
  2. Bagaimana Pemazmur menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan ? ( ayat 7 – 12 )

Kita manusia tidak pernah tahu, apa yang akan kita  alami dalam kehidupan ini. Kehidupan yang penuh liku dan tantangan atau kehidupan yang sederhana dengan pencobaan,  kita tidak pernah mengerti apa yang akan terjadi. Namun kita sering menghadapi dalam kehidupan ini. Untuk itu kita perlu belajar dari kehidupan pemazmur yang penuh dengan liku-liku pergumulan dan persoalan. Pada saat itu pemazmur mendapatkan pengkianatan dari teman-teman dan orang-orang terdekatnya. Dan pada saat yang sama pemazmur mendapatkan ancaman dari musuh-musuhnya. Dalam kondisi seperti itu ada dua hal yang dilakukan oleh pemazmur.

Pertama : Pemazmur berdoa dan memohon kepada Allah supaya Allah melindunginya ( ayat 1-6 ).

Pemazmur sadar bahwa ia hanya sekali atau dua kali telah ditolong dan dilindungi oleh Tuhan pada saat ia mengalami pergumulan dan persoalan yang berat. Tuhan terus menyatakan perlindungan-Nya kepada pemazmur. Oleh karena itu pada saat ia mengalami pencobaan yang berat maka pemazmur memohon kepada Tuhan agar Tuhan melindunginya terus-menerus sampai kapanpun. Hal ini mengajarkan kepada kita agar ketika kita menghadapi pencobaan yang berat maka kita dapat melakukan hal yang sama seprti pemazmur yaitu berdoa, memohon Allah yang melindungi kita terus menerus.

Kedua : Pemazmur menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan serta bersyukur kepada-Nya ( ayat 7-12 )

Pemazmur sadar bahwa sukacita dan kebahagiaan sejati ada di tangan Tuhan. Oleh karena itu pemazmur mengikrarkan imannya hanya percaya kepada Tuhan. Karena Tuhanlah tempat sandaran yang kuat. Kasih dan kuasa-Nya terbukti. Pemazmur juga yakin bahwa Tuhan adalah penyelamat dan penjaganya. Untuk itu pemazmur bersyukur kepada Tuhan atas segala kemurahan dan kasih sayang-Nya yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana dengan anda dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan persoalan ini ?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Bagaimana, sikap dan tindakan anda ketika menghadapi persoalan dan pencobaan dalam kehidupan ini ?

TEKADKU
Ya Tuhan, kiranya saya dapat belajar menyerahkan didalam doa ketika menghadapi pencobaan dan kiranya saya dapat belajar beriman hanya kepada-Mu.

TINDAKANKU
Saya harus belajar untuk berserah dan percaya kepada Tuhan pada saat menghadapi Pencobaan.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«