suplemenGKI.com

Rabu, 26 Juli 2017

25/07/2017

HIDUP BERPOLA

Mazmur 119:129-136

 

PENGANTAR
Mengapa umumnya pembatik mampu mengerjakan tugasnya dengan cepat dan minim kesalahan? Jawabannya, selain faktor sudah terbiasa, juga karena ada pola yang digambar tipis di kain.  Pembatik tinggal mengikuti dan memberi warna.  Pembatik tidak boleh membuat bentuk lain, selain pola yang sudah ditentukan.  Demikian juga dengan hidup orang Kristen.  Setiap kita dipanggil untuk menjalani pola hidup Illahi yang dikehendaki Allah.  Mari kita renungkan.

PEMAHAMAN

  • Ayat 129-130  :  Bagaimana tanggapan pemazmur terhadap perintah Tuhan?
  • Ayat 131-132  :  Bagaimana pemazmur merindukan perintah Tuhan?
  • Ayat 133-136  : Apa yang pemazmur harapkan dari Tuhan?
  • Adakah saudara melihat pola tertentu dalam kehidupan pemazmur?

Sebuah “pola” adalah bentuk atau model yang bisa dipakai untuk menghasilkan sesuatu, yang mirip atau sama dengan yang diinginkan. Sedangkan “berpola” berarti mempunyai atau memakai pola.  Misalnya, batik Ceplok yang berpola kupu-kupu pastilah sangat berbeda dengan batik Kawung yang berpola buah aren kelapa.  Tujuannya, bukan sekadar supaya konsumen tidak salah beli, tetapi juga bermaksud menunjukkan karakteristik atau kekhasan masing-masing batik.  Jadi, pola menegaskan adanya keteraturan, kedisiplinan dan tujuan dalam mengerjakan.  Keadaan yang sama juga menggambarkan kehidupan pemazmur dalam hubungannya dengan Tuhan.

Secara keseluruhan Mazmur 119 mendendangkan kebahagiaan orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.  Pada setiap bagiannya menggambarkan dengan jelas pola kehidupan pemazmur, khususnya dalam relasi dengan Tuhan.  Seperti apakah pola kehidupan yang dimaksud? Pertama, pemazmur kagum dan memuji kebesaran firman Tuhan, “peringatan-peringatan-Mu ajaib” (ayat 129) dan “bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh” (ayat 130).  Kedua, pemazmur berhasrat atau sangat menginginkan firman Tuhan. “mulutku kungangakan…sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu…ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu (ayat 131).  Ketiga, pemazmur berpegang dan mempercayai kuasa firman Tuhan.  “jiwaku memegangnya…berpalinglah kepadaku…teguhkanlah…bebaskanlah…sinarilah” (ayat 129, 132-135).

Bagaimana kehidupan kita hari ini, masih adakah rasa kagum akan firman-Nya sehingga dengan spontan kita dapat memuji kebesaran Tuhan? Atau sebaliknya, kita sudah merasa beku dan meninggalkan relasi dengan Tuhan melalui pembacaan firman-Nya?  Mari kita kembali membangun pola kehidupan Illahi dengan cara mendisiplin diri membaca dan melakukan kebenaran firman-Nya.  Pola hidup Illahi mendorong hidup lebih menjadi berkat bagi sesama.

REFLEKSI
Dalam keheningan mari merenungkan: membangun pola kehidupan Illahi tercermin melalui keteraturan kita membaca dan melakukan firman-Nya.

TEKADKU
Tuhan mampukan aku agar mampu mempunyai kehidupan rohani yang teratur dan disiplin.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan pola kehidupan Illahi dengan lebih rajin dan disiplin membaca firman Tuhan, ke gereja serta terlibat dalam pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*