suplemenGKI.com

Mendekatlah Kepada Tuhan

Yoel 2:1-2, 12-17

 

Pengantar

Banyak sekali orang-orang yang merasa rohaninya baik, mereka menyatakan bahwa dirinya dekat dengan Tuhan, bahkan mereka berani menyatakan orang lain jauh dari Tuhan. Apalagi ketika mereka sudah melakukan ritual keagamaan, maka mereka menganggap Tuhan sudah dekat dengan mereka. Apakah mereka memang benar-benar sudah dekat dengan Tuhan atau hanya perasaan mereka saja kalau mereka dekat dengan Tuhan? Bagaimana mengetahui hal tersebut?

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang Yoel katakan kepada bangsa Israel?

Ay 12-13, Apa yang Tuhan katakan melalui nabi Yoel kepada bangsa Israel?

Ay 14-16, Apa yang diharapkan dari pertobatan bangsa Israel?

Ay 17 Apa yang menjadi harapan nabi Yoel kepada Tuhan?

Nabi Yoel meneriakkan hari Tuhan sudah dekat kepada bangsa Israel, dan mereka disuruh untuk berjaga-jaga. Melalui nabi Yoel, Tuhan memerintahkan kepada bagsa Israel untuk berbalik kepada-Nya dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Bangsa Israel diharapkan mengoyakkan hatinya bukan mengoyakkan pakaiannya yang hanya simbol kedukaan saja.

Nabi Yoel mengingatkan bahwa Tuhan adalah Tuhan pengasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Yoel berharap kalau bangsa Israel melakukan pertobatan yang sungguh-sungguh maka Tuhan akan memperhitungkan semuanya ini. Yoel berharap setiap orang mau melakukan puasa dan beribadah kepada-Nya. Maka baik anak-anak, bayi-bayi, pengantin-pengantin, para imam, pelayan-pelayan Tuhan, diharapkan menyesali dosa-dosa dengan menangis di hadapan Tuhan, serta berharap Tuhan itu menyanyangi umat-Nya serta membela umat-Nya di depan bangsa lain.

Peristiwa ini mengingatkan kepada kita bahwa pertobatan itu adalah langkah yang sangat penting sekali di dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya. Dengan bertobat maka kita sengaja mau mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu berbentuk pertobatan yang ada dalam kitab Yoel adalah dengan berpuasa. Berpuasa menjauhkan diri kita dari segala nafsu yang ada, kita mesti melatih tubuh kita untuk terus dapat memuliakan Tuhan. Dengan berpuasa kita menjauhkan diri dari emosi yang jahat, itu berarti buah Roh hidup dalam kita yaitu penguasaan diri.

Mari kita mencoba melatih diri untuk berpuasa, namun ada yang harus diperhatikan yaitu menggunakan waktu berpuasa itu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, perbanyaklah membaca Firman Tuhan dan merenungkan firman-Nya serta berdoa.

Refleksi
Renungkan: Apakah anda berani menyatakan diri bahwa anda dekat dengan Tuhan? Seberapa dekatkah anda dengan Tuhan?

Tekadku
Ya Tuhan, seringkali kami mengaku kenal dan dekat dengan Tuhan, padahal kami jarang membaca Firman dan jarang meluangkan waktu untuk berdoa, ampunilah dosa kami ya Tuhan.

Tindakanku
Mencoba ambil bagian untuk berpuasa sesuai dengan kekuatan anda sendiri dan memperbanyak waktu untuk berdoa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«