suplemenGKI.com

DASAR PANGGILAN

I Samuel 1:20, 27-28

 

PENGANTAR
Setiap pribadi mempunyai pengalaman unik tentang keyakinan panggilan TUHAN.  Unik, sebab pengalaman tersebut bersifat privat dan tidak bisa dibandingkan dengan pengalaman orang lain.  Yang pasti, pengalaman apapun bisa dipakai TUHAN untuk menyakinkan panggilan-Nya bagi seseorang. Demikian juga keyakinan Hana atas panggilan TUHAN dalam diri anaknya, Samuel.  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 20: Mengapa Hana memberi nama Samuel?
  • Ayat 27: Apa yang Hana yakini tentang TUHAN dari berkat yang ia terima?
  • Ayat 28: Apa yang menjadi respons Hana atas berkat yang ia terima?
  • Apakah kita masih bisa menemukan panggilan-Nya dalam setiap peristiwa hidup kita?

Keyakinan Hana bermula dari pergumulannya untuk mendapatkan keturunan.  Hana berdoa dan setia memohon kepada TUHAN.  Melalui Imam Eli, TUHAN menjawab pergumulan Hana (ayat 18) dengan memberinya anak laki-laki.  Sukacita Hana diungkapkan melalui nama yang diberikan kepada anaknya, Samuel, “sebab katanya:  Aku telah memintanya dari pada TUHAN” (ayat 20).  Perkataan ini sekaligus menunjukkan keyakinan Hana bahwa segala hal yang baik datangnya dari TUHAN.  Bukan semata-mata karena Hana memintanya, lalu diberi,  tapi karena TUHAN yang menentukan dari semula dan menyatakan menurut waktu terbaiknya bagi Hana untuk mempunyai anak.  Dengan kata lain, anugrah bisa mempunyai keturunan di tengah pergumulan yang tidak mudah, meyakinkan Hana akan kebenaran panggilan TUHAN bagi diri dan anaknya.  Keyakinan unik inilah yang menjadi dasar panggilan Hana sebagai ibu sekaligus perantara yang menyerahkan Samuel, melayani TUHAN “seumur hidup” (ayat 28).  Dasar panggilan ini yang menjadikan Hana bersyukur dan sepenuh hati menyerahkan Samuel kepada-Nya melalui didikan imam Eli. 

Setiap kita pasti punya pengalaman unik bersama TUHAN.  Pengalaman di bidang apapun. Yang terpenting bukan soal sama atau berbedanya pengalaman dengan Hana, tapi bagaimana kita memaknai pengalaman tersebut.  Sekadar pengalaman biasa tanpa makna, atau pengalaman istimewa?  Mengapa istimewa?  Sebab di dalam pengalaman itu kita meyakini ada rencana TUHAN yang hendak dinyatakan melalui kita.  Mungkin terkait dengan pekerjaan, teman hidup, rencana studi atau pelayanan.  Dasar panggilan yang jelas akan menentukan bagaimana kita merespons panggilan itu sendiri.  Keraguan membuat kita mengabaikan panggilan.  Sebaliknya, keyakinan panggilan justru menolong kita untuk mengerti bagian pelayanan kita dengan baik.  Setiap kita hendaknya menggali kembali pengalaman bersama TUHAN sebagai dasar panggilan.  Tanpa kejelasan dasar panggilan, pelayanan dan hidup sekadar menjadi rangkaian kegiatan, tanpa menghasilkan pertumbuhan pribadi.

REFLEKSI
Mari merenungkan agar kita belajar menemukan makna dan rencana TUHAN di setiap pengalaman hidup sebagai dasar panggilan yang memberi kejelasan dan kekuatan melangkah dalam kehidupan. 

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk setiap pengalaman berharga yang Engkau ijinkan terjadi dalam hidupku.  Mampukan aku untuk menemukan rencana-Mu yang indah, dibalik peristiwa apapun. 

TINDAKANKU
Aku mau belajar peka mendengar panggilan-Nya melalui pekerjaan, usaha atau pelayanan.  Agar dalam pekerjaan atau usaha, aku bisa menjadi berkat bagi sesama bukan hanya sekadar mencari penghasilan.  Agar dalam pelayanan, aku bisa menjadi teladan secara nyata.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*