suplemenGKI.com

Efesus 5:1-6

 

“BERANI TAMPIL BEDA”

 

Pengantar:
Pernahkah saudara mengamati kaum ABG (Anak Baru Gede) ketika mereka jalan-jalan di mall? Mulai dari gerak-gerik, penampilan, busana, atribut dan pernak-pernik yang mereka pakai sampai pada tingkah laku mereka. Mungkin kita menilai mereka aneh, namun sesungguhnya itu adalah upaya mereka untuk mempublikasi identitas dirinya dengan harapan agar orang memahami siapa dirinya. Mereka mencari identitas dengan ikut “tren”, tujuannya adalah agar mereka merasa berbeda atau unik dari orang lain. Apakah itu sebuah masalah? Mungkin bagi kita yang sudah bukan ABG lagi itu masalah, tetapi bagi mereka itu adalah sebuah kebanggaan ketika mereka berani tampil beda dan orang tahu kalau mereka berbeda. Bacaan hari ini mengajak kita untuk menghayati nasihat Paulus agar berani tampil beda.

Pemahaman:

  1. Siapakah yang dimaksud oleh Paulus sebagai anak-anak yang kekasih? (v.1)
  2. Bagaimanakah ciri-ciri dari anak-anak yang kekasih menurut Paulus? (v. 1-4)
  3. Apakah yang hendak ditekankan oleh Paulus melalui pernyataan di ayat 5-6?

Efesus 4:17-32, Paulus berbicara tentang manusia baru adalah orang-orang yang telah mengenal dan mengalami kasih karunia Allah, yaitu mereka yang telah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan (4:22-24) Mereka itulah yang disebut sebagai anak-anak yang kekasih artinya mereka yang berani hidup berbeda dengan dunia (4:25-32). Pada pasal 5:1-4 ditegaskan lagi secara umum tentang anak-anak yang kekasih yang berani tampil beda.

Apakah ciri-ciri sebagai anak-anak yang kekasih? 1) Harus menjadi penurut-penurut Allah, artinya belajar meniru karakteristik Allah. Salah satu karakteristik Allah adalah hidup dalam kasih, misalnya: tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri dan peduli dengan orang lain dengan meneladani Yesus yang rela berkorban untuk orang lain. 2) Hidup dalam kasih merupakan persembahan atau korban yang harum bagi Allah. 3) Berani berkata tidak pada hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah (v. 3-5). 3) Tidak mudah tergoda. Di tengah pergaulan sehari-hari mungkin akan ada banyak penggoda atau pengaruh negatif, tetapi sebagai anak-anak yang kekasih harus tetap teguh pada prinsip kebenaran, sekalipun dianggap kurang gaul. Itulah yang dimaksud berani tampil beda. Bagaimana dengan saudara, beranikah tampil beda karena saudara adalah anak-anak yang kekasih bagi Allah?

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak yang kekasih bagi Allah? Jika kita sadar, maka kita harus berani tampil beda dengan dunia ini.

Tekadku:
Ya Tuhan, di tengah pergaulan dunia ini terkadang kami lupa bahwa kami adalah anak-anak yang kekasih bagi Allah, sehingga hal itu membuat kami tidak berani tampil beda dengan dunia ini. Yang terjadi justru kami terbawa arus dunia, ampuni kami ya Tuhan.

Tindakanku:
Saya harus berani tampil beda dengan dunia agar tidak mudah terbawa arus dunia, dan dengan demikian saya juga sedang meneladani Kristus dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«