suplemenGKI.com

Bacaan :Mazmur 45 : 2-10 ( lanjutan )

“MENCINTAI KEADILAN DAN MEMBENCI KEFASIKAN.

PENGANTAR
Keadilan sangat didambakan oleh setiap orang sedangkan kefasikan dijauhi banyak orang. Namun dalam prakteknya justru sebaliknya, keadilan yang didambakan oleh setiap orang justru jauh ditinggalkan. Banyak orang terjebak dalam perilaku tidak adil, dan banyak orang yang mengalami ketidakadilan. Sedangkan kefasikan merajalela sebagai pola/gaya hidup dari banyak orang di jaman sekarang ini. Lalu dimanakah saudara berada ?

PEMAHAMAN.

  1. Apa yang dimaksud dengan kalimat “tongkat” kerajaan adalah tongkat kebenaran ? ( ayat 7 ).
  2. Mengapa ia ( raja ) disebut mencintai keadilan ? ( ayat 8 ). Bagaimana hal itu dapat terlihat dalam kehidupan ?
  3. Bagaimana seharusnya kita bisa mencintai keadilan ?

Berbicara tentang takhta dan tongkat raja dalam dunia Timur Tengah kuno adalah lambang kekuasaan. Tongkat yang adil adalah metaphora pemerintahan yang adil. Karena raja mencintai keadilan maka Allah mengurapi dia dengan minyak pesta. Dia diurapi melebihi “rekan-rekan sejawatnya” artinya ia mengatasi raja-raja lain di dunia.  Oleh sebab itu ia disebut sebagai raja yang mencintai keadilan. Mencintai keadilan berarti bahwa didalam setiap tindakan dan perilakunya sesuai dengan kebenaran Firman Allah dan norma-norma moral yang berlaku. Sedangkan kefasikan adalah segala bentuk kejahatan dalam pemberontakan kepada Allah maupun segala kejahatan yang berkaitan dengan tindakan moralitas maupun perilaku yang menyimpang dari koridor hukum, dan semua itu harus dijauhi.  Raja dalam setiap tindakannya dinyatakan mencintai keadilan. Hal itu berarti didalam setiap tindakan dan jalan hidupnya  sesuai dengan kebenaran  dan norma-norma moral yang berlaku.

Disadari atau tidak, sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari kita diperhadapkan pada kenyataan kepada mencintai keadilan atau kefasikan.  Ketika seseorang  melekatkan hati dan perilakunya kepada kebenaran Firman Allah serta tidak bertentangan dengan norma-norma moralitas maka ia mencintai keadilan . Sedangkan ketika seseorang  hatinya atau hidupnya jauh dari kebenaran firman Tuhan dan hidupnya melakukan kejahatan serta melakukan banyak tindakan asusila maka ia menjalani hidup dalam kefasikan.

Sebagai umat percaya tentunya kita tahu dimana posisi kita sekarang. Kita sedang mencintai keadilan atau mencintai kefasikan ? jawabannya ada didalam hati saudara masing-masing.

REFLEKSI
Renungkanlah ! apakah saudara mencintai keadilan ? atau justru sebaliknya ?  jika saudara mencintai keadilan, pertahankanlah ! jika saudara mencintai kefasikan, bertobatlah.

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya agar dapat menjalani kehidupan ini dengan mencintai keadilan.

TINDAKANKU
Saya akan menjalani kehidupan ini dengan takut akan Tuhan, mematuhi FirmanNya, sesuai dengan tatanan moral yang berlaku di masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«