suplemenGKI.com

Mazmur 146:1-4

 

“Komitmen memuliakan Allah”

 

Pengantar:
          Mazmur 146 ini menekankan betapa pentingnya persekutuan dengan Tuhan, hal itu menunjukan bahwa hubungan spiritual pemazmur dengan Tuhan bukan sekedar sebagai sebuah kebiasaan atau rutinitas melainkan suatu keterikatan dengan Tuhan yang telah menganugerahkan keselamatan kepadanya. Itulah sebabnya pemazmur dengan tegas memperingatkan agar tidak mempercayai pihak yang tidak mampu menyelamatkan seperti yang bisa diberikan oleh Allah yang dipercayainya. Atas dasar itulah maka pemazmur menyerukan bagi dirinya maupun bagi pendengar untuk hidup memuji dan memuliakan Tuhan sebagai komitmen dari orang percaya yang hidupnya memuliakan Allah. Bagaimanakah pemazmur menyatakan komitmennya dalam memuliakan Allah?

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditekankan oleh pemazmur melalui pernyataan pada ayat 1-2?
  2. Apakah yang menjadi pesan dari pernyataan pemazmur dalam ayat 3-4?

Pada bagian awal (ayat satu) pujian pemazmur memuat semacam panggilan atau undangan bagi jiwanya secara pribadi untuk memuji Tuhan. Panggilan atau undangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan suatu komitmen bahwa memuji Tuhan itu adalah hal yang terutama dalam hidupnya. Komitmen tersebut ditempatkan oleh pemazmur dalam hidupnya bukan pada penggalan waktu atau sebagian waktu atau diujung waktu hidupnya, melainkan pada seluruh waktu hidupnya “selama aku hidup” Komitmen itu diperkuat dengan pernyataan “dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” Pernyataan itu Berbicara tentang selama masih bisa atau masih mampu muliakanlah Tuhan. Dari dua pernyataan tersebut (Lih. v.2) dapat disimpulkan betapa kuat komitmen pemazmur untuk memuliakan Tuhan. Mengapa pemazmur bisa memiliki komitmen yang begitu kuat untuk memuji Tuhan? Perhatikan ayat 3-4, pemazmur seolah membandingkan Allah dengan pihak-pihak yang tidak layak untuk dipuji, artinya secara tegas pemazmur memperingatkan agar jangan pernah mempercayai apalagi memuji pihak-pihak yang bukan Allah. Mengapa? Karena pemazmur tidak menemukan adanya alasan untuk percaya apalagi memuji mereka. Mereka bukan saja tidak bisa menyelamatkan orang lain, bahkan menyelamatkan diri mereka sendiripun tidak mampu, maka mereka tidak layak untuk mendapat pujian. Ini mengajarkan kita belajar seperti pemazmur untuk berkomitmen memuji, memuliakan Tuhan selama kita masih hidup.

Refkeksi:
Renungkan sejenak. Pernahkah anda membuat sebuah komitmen untuk memuji dan memuliakan Tuhan  melalui hidup, karya dan pelayanan anda? Sedalam apa anda telah memperjuangkan komitmen tersebut?

Tekadku:
Tuhan Yesus, saya bersyukur untuk setiap talenta, kemampuan dan waktu yang Engkau anugerahkan kepada saya, saya rindu mempergunakan semuanya untuk memuliakan Engkau.

Tindakkanku:
Saya mau belajar berkomitmen dengan kuat untuk memuliakan Tuhan melalui kesempatan berkarya, melayani dan  bersaksi bagi kemuliaan nama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*