suplemenGKI.com

JADILAH KAYA DALAM KEBAJIKAN

1 Timotius 6 : 6 – 19

Pengantar
Siapa di antara kita yang tidak ingin memiliki banyak uang, atau berlimpah kekayaan. Namun bagaimana kita memperoleh uang dan kekayaan tersebut ? Tentu semua itu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat materi, namun tidakkah kita memiliki kerinduan untuk memiliki kekayaan rohani sebagai orang beriman. Memang tampaknya ini bukanlah sesuatu yang menarik perhatian banyak orang, walau sesungguhnya sangat bernilai, baik untuk kehidupan di masa kini maupun untuk kehidupan kekal. Jadi mari kita merenungkannya secara baik dan mendalam.

Pemahaman
Ayat 6 – 9             :  Mengapa ibadah harus disertai rasa cukup ?

Ayat 10 – 15         :  Apa yang harus diburu dan dikejar dalam pertandingan iman ?

Ayat 16 – 19         :  Apa yang harus menjadi kekayaan hidup orang beriman ?

Ibadah sesungguhnya adalah sebuah pemberian diri dan bukannya untuk memperoleh keuntungan, maka jika ibadah tidak disertai rasa cukup akan mendorong seseorang menuju kehidupan yang terarah pada kesenangan dan kebahagiaan diri sendiri, yang sesungguhnya menjauhkan kita dari makna ibadah yang sejati.

Ibarat berada dalam sebuah pertandingan maka seorang beriman sesungguhnya sedang memburu dan mengejar kehidupan kekal, dan untuk itu maka yang menjadi perhatiannya adalah meraih nilai-nilai yang berkaitan erat dengan kehidupan kekal, yaitu : keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Sekali lagi ini adalah sebuah pengibaratan, dimana kehidupan kekal sesungguhnya adalah anugerah TUHAN. Jika dikatakan bahwa kita berburu dan mengejar kehidupan kekal maka itu menunjukkan semangat dan gairah kita untuk terarah ke sana.

Dan pada akhirnya, segala sesuatu itu dapat terlihat dalam kehidupan yang suka memberi dan membagi yang kemudian diartikan sebagai menjadi kaya dalam kebajikan. Bukan karena kekuatan atau kehebatan manusia tapi karena segalanya merupakan pemberian ALLAH.

Refleksi
Marilah kita merenungkan kehidupan kita, apakah selama ini kita lebih merindukan kekayaan hidup yang bersifat materi atau kekayaan hidup yang bersifat rohani ? Apakah kita telah cukup bersemangat untuk memperolehnya ? atau kita merasa cukup berlambat-lambat dalam meraihnya.

Tekadku
TUHAN, semangatkan dan arahkan terus perjalanan hidupku, agar senantiasa berada di jalur kehidupan kekal yang berlimpah kekayaan rohani.

Tindakanku
Mulai saat ini, saya akan memperhatikan pertumbuhan kehidupan rohaniku, terutama dalam menyatakan kebajikan bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*