suplemenGKI.com

Rabu, 25 Mei 2016

24/05/2016

1 Raja-raja 8:41-43

RUMAH ALLAH, RUMAH YANG RAMAH

 

PENGANTAR
Kita tahu bahwa bencana yang kita alami tidak selalu berhubungan langsung dengan dosa-dosa yang kita lakukan. Bahkan, pada kenyataannya, bencana juga dapat terjadi pada orang-orang yang melakukan kebenaran. Namun demikian, setiap kali bencana terjadi, kita harus mawas diri terhadap berbagai kemungkinan penyebabnya. Bencana juga sering dipakai oleh Tuhan untuk menegur umat-Nya agar menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya.

PEMAHAMAN
Ay. 41-42   Apa yang membuat orang asing datang ke Bait Allah dan berdoa kepada Tuhan? Jika Bait Allah terbuka bagi kehadiran orang asing, apa saja risikonya?

Ay. 43          Mengapa Salomo berdoa agar Tuhan mendengarkan seruan orang asing yang berdoa di Bait Allah?

Salomo sudah melihat bahwa kelak akan ada orang asing yang tertarik untuk datang ke Bait Allah dan berdoa kepada Tuhan. Ini adalah konsekuensi logis dari kemasyhuran nama Tuhan. Karena itulah Salomo bersikap terbuka terhadap kehadiran mereka. Tentu saja, Salomo juga tahu bahwa keterbukaan itu mengandung risiko akan masuknya musuh ke jantung pertahanan mereka. Namun, Salomo memilih untuk bersikap terbuka meskipun harus mempertaruhkan keamanan negeri mereka.

Salomo bukan hanya membuka pintu Bait Allah bagi orang asing, melainkan juga berdoa agar Tuhan mendengarkan dan mengabulkan doa-doa mereka.  Di Bait Allah, Tuhan menyediakan berkat-Nya, bukan hanya bagi umat Allah, namun juga bagi orang asing yang datang dan berdoa di sana. Dengan demikian, orang asing itu akan mengenal Tuhan dan takut kepada Tuhan.

Sikap Salomo menjadi teladan bagi gereja masa kini. Sudah seharusnya gereja bersikap terbuka terhadap “orang asing”, yaitu mereka yang belum kita kenal dengan baik atau mereka yang mempunyai tradisi, keyakinan, atau pandangan yang berbeda dengan kita. Sikap ramah seperti yang diajarkan oleh Salomo sangatlah penting agar mereka dapat mengenal Tuhan.

REFLEKSI
Sebagai Bait Allah masa kini, apakah gereja kita sudah bersikap ramah terhadap kehadiran “orang asing”?  Apakah mereka merasa diterima dan diberkati ketika mereka datang ke gereja kita?

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku apabila selama ini aku lebih sering menaruh curiga terhadap orang-orang yang belum terlalu kukenal, khususnya mereka yang berlatar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Mampukanlah aku bersikap lebih terbuka dan lebih ramah kepada mereka.

TINDAKANKU
Dalam ibadah Minggu depan aku akan menyapa seseorang yang belum aku kenal dan berinisiatif untuk lebih saling mengenal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»