suplemenGKI.com

Rabu, 25 Maret 2020

24/03/2020

PRIBADI YANG MENAKJUBKAN

Matius 9:27-34

 

PENGANTAR
Pada saat melayani bersama para murid, kehadiran Yesus selalu dinantikan banyak orang. Sebab terbukti nyata bahwa Dia memiliki kuasa atas segala sesuatu.  Tidak ada satu kondisi yang dapat membatasi kuasa-Nya.  Lebih berkuasa daripada kematian, penyakit bertahun-tahun, kebutaan, dll.  Ketika Yesus hadir, apa yang mereka kagumi?  Mari kita renungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Ayat 27-31: Apa teriakan orang buta saat bertemu Yesus?  Apa yang Dia lakukan?
  • Ayat 32-34: Siapakah orang buta yang datang kepada Yesus?  Apa yang Dia lakukan?
  • Apa yang kita kagumi dalam diri Yesus?

Perikop yang kita baca hari ini menunjukkan bahwa banyak orang kagum pada kuasa-Nya.  Sebab terbukti dengan nyata bahwa Dia berkuasa menyembuhkan perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan.  Tidak ada pengharapan baginya dan tidak ada kekuatan di dalam dirinya.  Namun yang tidak berpengharapan akan menemukan pengharapan dan yang tidak memiliki kekuatan menemukannya di dalam Yesus.  Perempuan itu sangat bahagia.  Yesus pun berkuasa memberikan penglihatan kepada dua orang buta.  Penglihatan yang diberikan tidak hanya memampukan mereka melihat dunia namun juga mampu melihat kemuliaan Allah.  Demikian pula ikatan setan yang membuat orang menjadi bisu dilepaskan-Nya, sehingga orang itu menjadi manusia normal kembali yang dapat berkomunikasi.

Semua mukjizat itu bersumber dari Pribadi Yesus yang berkuasa.  Perempuan yang sakit pendarahan itu sembuh bukan karena jubah Yesus berkuasa namun karena ia beriman kepada Pribadi Yesus.  Orang buta disembuhkan karena jamahan kuasa Yesus.  Demikian pula orang bisu dapat berbicara karena kuasa setan dipatahkan oleh kuasa-Nya.  Kuasa-Nya tidak dapat dipisahkan dari pribadi-Nya, sebab melalui kuasa yang dinyatakan-Nya terungkaplah identitas Yesus (Mat. 11:2-5).  Anugerah-Nya memberi kesembuhan bagi perempuan yang sakit selama 12 tahun dan dua orang buta yang kerasukan setan.

Anugerah Tuhan Yesus juga tersedia bagi kita saat ini.  Dia rindu menolong kita.  Dia mau membebaskan dan mengangkat beban yang membuat kita manusia menderita di dunia ini.  Tetapi bukan berarti semua otomatis dapat dinikmati.  Anugerah tidak diobral begitu saja, tetapi diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh merindukannya.  Kita patut meneladani tindakan-tindakan iman yang berani dari perempuan yang sakit pendarahan, orang buta yang tidak berhenti berseru dan mengikut Yesus, juga dari sahabat-sahabat si bisu yang dirasuk setan. Langkah iman inilah yang menyebabkan mereka menikmati anugerah Tuhan Yesus.  Iman yang menyelamatkan bukan hanya takjub pada kuasa-Nya tetapi tunduk pada Pribadi yang menakjubkan itu. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Orang percaya seharusnya bukan hanya takjub kepada kuasa-Nya namun juga tunduk kepada Pribadi Yesus, Sang sumber kuasa.  Sebab banyak orang hanya tergiur ingin mengalami Kuasa-Nya tanpa mau datang dan tunduk kepada Sang Sumber Kuasa.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah agar aku tidak hanya ingin mengalami kuasa-Mu tetapi juga tunduk pada Pribadi-Mu.     

TINDAKANKU
Aku mau datang kepada Yesus bukan hanya karena membutuhkan kuasa-Nya yang sanggup menolong kesulitanku, tetapi karena mau tunduk pada Pribadi-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«