suplemenGKI.com

RABU, 25 JUNI 2014

24/06/2014

Mazmur 13:1-6

KEMENANGAN IMAN DI SAAT SULIT


Pengantar
Setiap orang yang sedang menghadapi masalah yang berat atau sulit, bisa saja mengalami ketakutan, kecemasan, kebingungan, kuatir dan segala macam perasaan lainnya yang mencekam.  Dalam keadaan seperti itu seseorang pasti membutuhkan pertolongan.  Dan pertolongan yang diharapkan tentu saja adalah pertolongan yang tidak terlambat.  Sebagai orang percaya, di saat seperti itu iman kita diuji.  Apakah kita berkemenangan dalam iman?  Bagaimana dengan pemazmur, apakah ia juga sedang dalam keadaan demikian?

Pemahaman
Ayat 2-3: Pertanyaan ‘berapa lagi’ yang diajukan pemazmur menunjukkan harapan yang seperti apa?

Ayat 6: Apa tekad pemazmur sebagai wujud kemenangan imannya?

Bagaimana dengan kehidupan iman kita?  Apakah dalam keadaan sulit lalu kemudian kita mengalami kemenangan iman?

Ketika membaca Mazmur dalam perikop ini , dari awal kita dapat membayangkan kondisi pemazmur yang sedang berteriak kepada Allah (ay.1-2) karena himpitan musuhnya.  Pemazmur merasa kuatir, bersedih hati bahkan merasa seperti Tuhan melupakan dirinya.  Namun satu hal yang patut kita teladani adalah bahwa dalam keadaan seperti itu pemazmur tetap datang dan mengadukan persoalannya kepada TUHAN.  Dua ayat pertama, yaitu ayat 1-2 diawali dengan pertanyaan ‘berapa lama lagi’.  Hal itu menunjukkan bahwa ia sedang benar-benar menantikan uluran pertolongan tangan Tuhan.  Mungkin untuk kesekian kalinya pemazmur berteriak kepada Tuhan, tetapi walaupun nampaknya tidak segera mendapatkan jawaban, pemazmur tidak segera beralih berteriak kepada yang lain.  Dia tetap berteriak kepada Tuhan yang dia yakini kasih setia-Nya kekal.

Pertanyaannya, mengapa pemazmur tidak mau beralih kepada yang lain?  Karena keyakinannya hanya kepada Tuhan, Allahnya (ay. 4).  Bagi pemazmur, hanya Tuhan yang dapat membuat matanya bercahaya, sehingga tetap siaga dan waspada menghadapi musuh dan lawannya (ay.5).  Walaupun mazmur ini diawali dengan ratapan, tetapi kemudian diakhiri dengan tekad iman yang teguh, karena ia percaya kepada kasih setia Tuhan yang menyelamatkannya (ay. 6).  Ia yakin bahwa Tuhan tidak pernah berubah, maka ia akan menyanyi bagi Tuhan karena kebaikan-Nya nyata dalam hidupnya (ay. 6).  Iman pemazmur telah membawa kemenangan, bukan hanya kemenangan fisik tetapi yang lebih penting adalah kemenangan iman di saat sulit.  Bagi pemazmur, dasar sorak-sorai dan nyanyian kemenangan itu bukan karena sudah terlepas dari kejaran musuh-musuh dan para lawannya, tetapi karena imannya yang teguh kepada Tuhan yang penuh kasih setia dan kebaikan-Nya itu.  Inilah kemenangan iman di saat sulit.

Refleksi
Apa persoalan yang Anda hadapi hari ini?  Apapun dan sebesar apapun persoalan Anda, itu bukan penentu kekalahan atau kemenangan Anda.  Sebab penentu kemenangan Anda adalah apakah di saat sulit, Anda tetap mau berteriak dan memandang-Nya dengan kacamata iman.

Tekadku
Tuhan tolonglah, agar aku selalu hanya berteriak dan memandang-Mu saja bahkan di saat sulit sekalipun.

Tindakanku
Keadaan yang sulit yang hari ini aku hadapi tidak mengubahkan fokusku untuk hanya berteriak dan memandang Tuhan saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«