suplemenGKI.com

Rabu, 25 Juli 2018

24/07/2018

Efesus 3:1-13

INJIL BAGI SEMUA BANGSA

PENGANTAR
Surat Efesus ditulis oleh Paulus ketika ia sedang dipenjarakan di kota Roma.  Dia sedang menunggu pengadilan yang akan dilakukan di depan kaisar Nero.  Meski berstatus sebagai tahanan kota, Paulus tetap diborgol dan dirantai, dan dijaga secara ketat oleh seorang tentara Romawi. Namun demikian, visi Paulus tidak terbelenggu. Paulus tetap melanjutkan proyek besarnya, yaitu Injil bagi semua bangsa.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-3.  Kepada siapakah kalimat ini ditujukan?  Apa tujuan Paulus menuliskan kalimat ini? (lihat juga ay.13)
  • Ay. 4-7. Rahasia apakah yang dimaksudkan Paulus di sini?  Mengapa mereka perlu mengetahui rahasia ini?
  • Ay. 8-12.  Bagaimana Paulus menghayati pelayanan pekabaran Injil yang dilakukannya?

Meski sedang berada di dalam penjara Paulus tidak pernah meratapi nasibnya.  Mengapa demikian?  Paulus tidak pernah memandang apa yang dialaminya sebagai sesuatu yang sia-sia.  Paulus rela menjalani semua itu karena ia tahu bahwa ia dipenjara karena Kristus Yesus.  Paulus rela menanggung penderitaan ini agar mereka, orang-orang Non-Yahudi, anggota jemaat Efesus, memperoleh keselamatan di dalam Kristus Yesus.

Pada waktu itu kehadiran orang-orang Non-Yahudi dalam gereja Kristen masih menjadi persoalan yang rumit (lihat Ef. 2:19-22).  Orang-orang Yahudi cenderung meremehkan orang-orang Non-Yahudi.  Kecenderungan ini sangat kuat tertanam pada orang-orang Yahudi.  Bahkan setelah mereka menjadi Kristen pun kecenderungan meremehkan bangsa-bangsa lain masih kokoh bercokol dalam pikiran mereka.  Jadi penjelasan Paulus ini juga menjadi sebuah gebrakan untuk merobohkan pemikiran rasialis dalam gereja Kristen mula-mula.

Paulus mengungkapkan bahwa keberadaan orang-orang bukan Yahudi sebagai pewaris keselamatan adalah sebuah rahasia besar yang selama ini belum terungkap dan sesungguhnya merupakan rencana Allah sejak dulu kala.  Paulus juga mengungkapkan bahwa pelayanan pekabaran Injil yang dilakukannya kepada orang-orang bukan Yahudi adalah sebuah karunia Allah.   Paulus menegaskan dua hal di atas agar orang-orang bukan Yahudi menjalani kehidupan kristiani mereka dengan mantap, tanpa keragu-raguan. Sekarang ini kita dapat melihat banyak orang dari berbagai suku bangsa berhimpun dalam kesatuan tubuh Kristus.  Ini merupakan bukti bahwa pemenjaraan Paulus tidak sia-sia.

REFLEKSI
Untuk mewujudkan sebuah visi yang besar diperlukan pula seorang pelayan yang berjiwa besar dan siap melakukan pengorbanan besar.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku agar semakin mampu membuka diri terhadap orang lain yang berbeda suku dan latar belakang sosial.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan menemui seseorang yang berbeda suku dari aku dan aku bersaksi tentang kasih Tuhan yang aku alami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«