suplemenGKI.com

SIAPAKAH YANG BOLEH DATANG KEPADA TUHAN?   

Mazmur 15:1-5

 

Pengantar

Semua manusia telah jatuh dalam dosa dan tidak layak untuk bertemu dengan Tuhan.Namun dalam kehidupan setiap orang percaya Allah menghendaki kita untuk hidup kudus di hadapan-Nya, karena identitas itulah yang harus kita miliki sebagai anak Tuhan. Pemazmur ingin mengajak agar setiap orang yang percaya harus bisa menjaga hidup kudus dan menjauhi dosa supaya mereka bisa mempersiapkan diri dan hati sebelum datang kepada Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-2a       : Apakah maksud pemazmur bertanya siapakah yang boleh datang ke rumah Tuhan?
  • Ayat 2b-5       : Siapa yang boleh datang kepada Tuhan?

 

Mazmur ini dimulai dengan pertanyaan paralel, “Siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” dan “Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Pemazmur menanyakan hal ini bukan untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaannya sendiri, melainkan pemazmur bertujuan untuk menegaskan sesuatu yang sudah pasti. Kemah suci adalah lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Sedangkan gunung yang dimaksud di sini adalah gunung di mana tempat Allah menyatakan diri kepada umat-Nya yang baru saja dibebaskan dari perbudakan Mesir. Keduanya adalah tempat kudus yang melambangkan kehadiran Allah. Sehingga, pemazmur hendak menegaskan orang-orang yang layak dan yang boleh masuk ke rumah Allah yang kudus.

Pemazmur menegaskan kepada bangsa Israel saat itu, orang-orang seperti inilah yang boleh datang kepada Tuhan, yaitu: hanya orang-orang yang berlaku adil, yang tidak memutarbalikan kebenaran (2b) dan yang melakukan dengan segenap hatinya atau dengan kesungguhan hati mereka. Selanjutnya pemazmur berkata mereka yang tidak menyebarkan fitnah (3a) kepada sesama mereka, dengan lidah mereka, yang tidak berbuat jahat kepada sesama mereka atau ingin menjatuhkan sesama mereka bahkan membunuh (3b), selanjutnya dikatakan mereka yang tidak menghina sesama mereka (4). Hal inilah yang harus dilakukan agar kita berkenan datang kepada-Nya, yang terakhir pemazmur ingin berkata bahwa hal demikian tidak cukup, sekali lagi pemazmur berkata mereka yang terus berpegang pada kebenaran walaupun akan mendapatkan kerugian, yang tidak memakan untung dan yang tidak pernah mendapatkan suap serta yang tidak membela orang yang salah (5a). Ketika kita mau melakukan semua yang dikatakan pemazmur maka hidup kita akan berkenan menghadap Dia (5b). Kalau sebaliknya kita tidak melakukan apa yang menjadi perintah pemazmur maka hidup kita tidak akan pernah berkenan untuk masuk menghadap-Nya.

 

Refleksi

Renungkanlah: Apakah kita juga termasuk dalam ciri-ciri orang yang dimaksud pemazmur, sehingga kita boleh datang kepada Tuhan? Mari kita melihat ke dalam hati kita masing-masing, apakah saya sudah mempersiapkan diri saat menghadap Tuhan selama ini? baik dalam segala kegiatan peribadatan yang saya ikuti, dan segala pelayanan yang saya lakukan.

 

Tekadku

Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa menjaga hidup saya supaya saya bisa tetap layak dan boleh datang kehadirat-Mu. Dan ampunilah saya jika saya gagal, dan layakkanlah saya untuk bertemu dengan Engkau.

 

Tindakanku

Mulai saat ini, saya akan belajar mempersiapkan diri dan hati saya sebelum datang beribadah kepada Tuhan dengan menjaga perkataan, tindakan dan pikiran saya supaya saya tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«