suplemenGKI.com

Mazmur 111:1-9

Mensyukuri Kebaikan Tuhan 

Pemazmur telah mengalami kebaikan Tuhan yang membawanya senantiasa bersyukur kepada-Nya.  Mazmur ini merupakan bukti ucapan syukur Pemazmur sebagai seseorang yang telah mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya.  Perbuatan TUHAN yang penuh kuasa, dan yang bersumber dari kasih setia-Nya yang kekal, membangkitkan pujian dan ucapan syukur bagi Pemazmur. 

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Bagaimana Pemazmur menilai dan memandang kehidupan yang Tuhan berikan sebagai bukti kebaikan Tuhan?  (ay. 1-5)
  2. Apa saja kebaikan Tuhan yang disebutkan Pemazmur (ay.5-9)
  3. Bagaimana denga hidup kita?  Apakah mengucap syukur menjadi bagian hidup kita setiap hari? 

RENUNGAN

Bacaan kita seluruhnya menunjukkan bagaimana Pemazmur memuji dan mensyukuri kebaikan Tuhan dalam hidupnya, yang ditunjukkan kepada semua orang – dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah (ay.1) – bukan sebagai kesombongan tetapi untuk menunjukkan perbuatan dan karya-Nya.  Pemazmur melihat dunia ini penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan, yang patut direnungkan dan digemakan (ay. 2-4).  Inilah yang juga seharusnya menjadi pengakuan kita agar selalu menjadi dasar kekuatan kita untuk bersyukur bahkan ketika dunia menyajikan ketidaknyamanan hidup.  Pemazmur merenungkan perbuatan dan karya Allah sehingga dia menemukan bahwa karya Allah tidak saja menunjukkan kemahakuasaan Allah (ay.3a) tetapi juga menampakkan kebenaran dan kemurahan Allah (ay. 3b-4).  

Dalam pujian ini kita melihat juga bahwa Pemazmur melandaskan ucapan syukurnya kepada karakter Allah yang adil dan benar yang tidak pernah berubah (ay. 7-8).  Karakter inilah yang menjadi satu jaminan yang pasti bahwa perjanjian-Nya kekal (ay. 9).  Pemazmur dan umat Allah menyakini kuasa, keadilan, kasih setia dan kebenaran janji-Nya yang membawa mereka hidup dengan ucapan syukur.  Kepada Allah seperti itulah Pemazmur dan umat Tuhan melandaskan ungkapan syukurnya sehingga apapun yang mereka alami disyukuri ada karya Tuhan.  Di mana latar belakang pujian ini adalah ketika itu Pemazmur baru saja kembali dari Babilonia.  Namun Pemazmur mengajak umat Tuhan untuk tetap menilai bahwa semua peristiwa yang terjadi atas bangsanya telah menunjukkan perbuatan Allah.  Perbuatan-Nya yang agung, ajaib, benar dan adil (ay. 3, 4, 7, 8) sepatutnyalah disyukuri.  Allah tidak pernah melupakan janji-Nya kepada nenek moyang bangsa Yehuda, Abraham (ay. 5).  Bahkan ketika Yehuda gagal setia, Allah tetap setia dan membebaskan Yehuda dari perbudakan Babel (ay. 9). Semua itu menghantarnya untuk bersyukur. 

Dalam hidup sehari-hari, setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya.  Apakah respons tersebut sering berupa lontaran kata-kata kesal, keluh-kesah, atau cercaan?  Orang yang selalu mengakui ada Tuhan dengan dengan segala kebaikan-Nya akan membawa seseorang untuk mengusahakan ucapan syukur kepada-Nya.  Ucapan pemazmur, “Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaat” (ay. 1) biarlah memotivasi kita untuk merenungkan kembali pekerjaan Tuhan setiap hari dalam hidup ini. 

Dalam segala keadaan, lihatlah selalu adanya karya dan kebaikan Tuhan agar membawa kita selalu bersyukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«