suplemenGKI.com

Mazmur 22:2-6; 26-27

MENEMUKAN TUHAN

 

PENGANTAR
Mengapa persoalan seringkali tampak lebih besar dari kenyataannya?  Umumnya hal itu terjadi karena seluruh perhatian diberikan kepada persoalan tersebut, sehingga hal-hal lain dalam kehidupan manusia menjadi lebih kecil, bahkan seolah hilang, termasuk Tuhan.  Menarik memperhatikan bagaimana pemazmur melewati keadaan yang demikian.

 

PEMAHAMAN
Ayat 2-3:  kondisi seperti apakah yang dialami dan dirasakan pemazmur?
Ayat 4-6:  apa yang dilakukan pemazmur dalam keadaan yang dialaminya?
Ayat  27:  apa yang diimani pemazmur bagi mereka yang mau mencari Dia?

Apakah yang saudara rasakan ketika pergumulan datang?
Bagaimana sikap saudara ketika menghadapi pergumulan?

Ibarat seseorang yang sedang menggunakan kaca pembesar, maka semua benda yang dilihatnya seolah lebih besar dari kenyataannya, demikianlah keadaan seseorang yang sedang mengalami pergumulan berat dalam hidupnya. Kedukaan atau kesedihan mendalam yang dirasakan seolah menjadi alasan untuk mempertanyakan kebenaran yang diyakini.  Mengapa semua ini terjadi?  Dimanakah Allah dan kedaulatanNya?  Mungkin situasi inilah yang sedang dialami dan dirasakan pemazmur.  Pergumulan yang berat membuat pemazmur seolah ditinggalkan Allah.  Bahkan seruan yang berulang seolah tidak berarti sama sekali.  Allah seolah berdiam diri dan tidak menjawab (ayat 2, 3).  Keadaan inilah yang membuat pemazmur “tidak tenang” (ayat 3b).  Menarik memperhatikan sikap iman pemazmur di ayat-ayat berikutnya.  Tidak ada cara lain untuk mengerti dan menyelesaikan pergumulan selain datang dan berseru kepada Allah.  Ternyata keluhan dan seruan merupakan bagian dari komunikasi pemazmur kepada Allah.  Pemazmur belajar dari sikap iman para leluhur, “kepadaMu nenek moyang kami percaya . . . dan mereka tidak mendapat malu” (ayat 5, 6).

 

Pemazmur mengungkapkan keyakinannya, “orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia” (ayat 17).  Dengan kata lain, pemazmur meyakini bahwa orang yang bersedia mencari dan menemukan TUHAN akan bersyukur bahwa selalu ada yang bisa dipelajari seiring dengan proses terselesaikannya masalah.  Bukan karena kekuatan dan kepandaian manusia, tetapi karena Dia sendiri yang memberi hikmat dan kemampuan kepada pemazmur untuk mengerti dan selanjutnya secara bertahap menyelesaikan persoalan tersebut bersama Tuhan.  Inilah yang dimaksud menemukan Tuhan.  Prinsip yang sama juga tetap berlaku bagi orang percaya hari ini.  Jangan mundur karena persoalan.  Jangan pesimis ketika menghadapi pergumulan.  Sebaliknya tetaplah terus menemukan Tuhan melalui seruan, pujian, kerendahan hati dalam berharap serta keyakinan bahwa Dia tidak meninggalkan kita.  Percaya saja Tuhan punya cara dan waktu untuk menyatakan kehendakNya yang terbaik buat mereka yang mau percaya.

 

REFLEKSI
Tidak ada persoalan apapun yang membuat kita ditinggalkan Allah.

 

TEKADKU
Aku mau setia dan belajar menemukan Allah di setiap keadaan yang menjadi bagianku.

 

TINDAKANKU
Aku mau terus membangun komunikasi dalam puji dan doa dengan Allah, sehingga aku tahu bahwa Dia telah memberikan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*