suplemenGKI.com

Bacaan Lukas 2 : 8 – 14

Tema : Natal membawa Damai

Pengantar
Menurut KBBI kedamaian berasal dari kata dasar damai yang berarti tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, aman, tentram, tenang, keadaan tidak bermusuhan dan rukun. Sehingga kedamaian dapat diartikan dengan keadaan damai, kehidupan yang aman tentram.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah manusia hidup dalam keadaan damai ? ternyata tidak ! Manusia hidup dalam berbagai macam penderitaan, penindasan, persoalan, tidak berpengharapan. Dan ditengah-tengah kondisi manusia yang sangat mengenaskan tersebut berita natal merupakan berita sukacita bagi manusia, dimana natal menjadi jawaban bagi kebutuhan manusia yang utama yakni kedamaian dalam hidup.

Pemahaman

  1. Mengapa para Malaikat memberitakaan kabar sukacita natal kepada para gembala ? ayat 8-10.
  2. Apa berita sukacita yang disampaikan kepada para gembala ? ayar 11
  3. Apa yang menjadi bukti dari pewartaan sukacita tersebut ? ayat 12-14

Para gembala yang sedang menjaga kawanan domba di padang Betlehem Efrata termasuk dalam kelompok orang yang disingkirkan dalam tradisi keagamaan Yahudi oleh para Rabi. Mereka disingkirkan karena sikap mereka yang cenderung/dianggap tidak menghormati  dan lalai terhadap peraturan-peraturan agama. Pekerjaan yang mereka lakukan terkadang menuntut mereka bersentuhan dengan bangkai dan binatang haram, sehingga mereka juga dianggap sebagai orang yang najis, hina  dan terbuang dari komunitas Yahudi. Boleh dibilang mereka adalah golongan masyarakat kelas bawah yang membutuhkan kedamaian. Kepada para gembala inilah, para malaikat menyampaikan “kabar sukacita” tentang lahirnya sang Juruselamat yang membawa kedamaian. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”. ( ayat 11 ). Ini merupakan berita sukacita bagi para gembala dan bagi dunia. Mengapa ? Karena mereka ( para gembala juga dunia ) membutuhkan Juruselamat yang dapat melepaskan dan mengampuni mereka dari dosa.

Bagi para gembala, malam itu menjadi malam yang sangat menakjubkan. Para malaikat yang memberitakan kabar sukacita memberikan bukti. “Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan” ( ayat 12 ). Kegelapan malam yang biasanya menjadi bagian dari keseharian mereka kemudian oleh lantunan pujian bagi Allah dan bala tentara surga. ( ayat 13-14 ). Sungguh peristiwa tersebut menjadi peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan dalam benak dan pikiran mereka. Menakjubkan, menenteramkan hati dan jiwa, kedamaian di hati yang tiada bertara.

Kelahiran Yesus membawa pujian bagi Allah di Sorga sekaligus damai sejahtera di bumi bagi orang-orang yang di perkenan Allah. Natal membawa Damai di hati. Di hatiku dan hatimu. “SELAMAT NATAL”

Refleksi
Renungkanlah : Apakah Natal hari ini membawa damai bagi anda ? Mengapa ?

Tekadku
Ya Tuhan Yesus, kehadiran dan kelahiran-Mu di hatiku membuat hatiku penuh damai.

Tindakanku
Saya rindu, damai natal di hatiku juga dirasakan oleh orang lain. saya harus berbagi damai natal kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*