suplemenGKI.com

Mazmur 148:1-6

 

Semua Ciptaan Wajib Memuji-muji Tuhan (1)

 

Pengantar:
            Mazmur 184 ini merupakan nyanyian pujian bagian ke tiga dalam kumpulan penutup kitab Mazmur.  Mazmur ini berisi suatu ajakan untuk menyanyikan pujian secara universal oleh semua yang di langit dan di bumi. Pemazmur tidak mengutarakan suatu alasan mengapa mengajak semua ciptaan memuji Tuhan, tetapi seolah pemazmur ingin menyampaikan pesan bahwa memuji Tuhan haruslah menjadi suatu kebiasaan atau gaya hidup umat Allah, bukan sekedar untuk mengingat perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan menolong umat-Nya.

Pemahaman:

  1. Siapa yang patut memuji-muji Tuhan menurut pandangan pemazmur di Ayat 1-6?
  2. Apa alasan sehingga semua ciptaan yang di atas bumi harus memuji-muji Tuhan? 

Mulai ayat 1-6, Pemazmur mengutarakan suatu ajakan kepada semua ciptaan yang

tidak berada di bumi (Malaikat dan tentaranya, matahari, bulan, bintang, segala yang mengatasi langit) The Wycliffe Bible Commentary, mengatakan segala penghuni Surga dan seluruh ciptaan di langit. Bahasa yang dipakai oleh pemazmur untuk menyebut semua ciptaan yang berada di atas bumi adalah bahasa Timur dekat kuno, untuk menjelaskan bahwa semua ciptaan, sekalipun berada di tempat yang tinggi dari bumi semua harus memuji Tuhan.

            Pada ayat 5-6, pemazmur menunjukan ada dua alasan umum untuk memuji Tuhan. Pertama: Tuhan yang menciptakan semuanya dengan berfirman atau memberi perintah. Ini hendak menunjukan bahwa segala sesuatu adalah hasil ciptaan Tuhan, sehingga harus sadar bahwa dirinya lebih rendah dan berada di dalam kuasa Tuhan. Kedua: Tuhan adalah pemerintah yang bersifat kekal yang memberikan ketetapan yang adil dan tidak dapat dilanggar untuk selama-lamanya. Dengan kata lain seluruh keberadaan ciptaan-Nya berada di bawah kuasa pemerintahan Tuhan yang telah menciptakannya, serta harus taat dan tunduk pada ketetapan atau aturan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, sudah sepantasnya kita memuji dan menyembah Tuhan dalam hidup kita. Memuji dan menyembah Tuhan adalah salah satu wujud pengakuan iman kita kepada Tuhan.

Refleksi:
Tidak ada ciptaan yang lebih tinggi dari penciptanya, sekalipun posisinya secara geografis berada di tempat yang tinggi. Konsekuensinya, semua ciptaan harus memuji dan menyembah Tuhan sebagai gaya hidup bukan hanya sekedar untuk mengingat karya Tuhan dalam hidupnya.

Tekadku:
Tuhan, apapun posisiku, berapapun banyaknya harta miliku dan berapapun pintarnya diriku, aku adalah ciptaan-Mu, sehingga aku pasti lebih rendah dan harus taat serta tunduk pada-Mu. Tolonglah agar aku dapat merendahkan diri untuk mengakui bahwa engaku lebih tinggi dari padaku lewat sikap hidupku yang mau merendah diri di hadapan Tuhan.

Tindakanku:
Aku mau senantiasa memuji dan menyembah Tuhan sebagai penguasa dan memerintah dalam hidupku, dengan demikian aku melatih diri untuk mengakui dan beriman kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*