suplemenGKI.com

Rabu, 25 April 2018

24/04/2018

TERUS BERDOA TANPA PUTUS ASA

Mazmur 22:1-22

 

Pengantar
Mazmur ini adalah mazmur yang paling banyak dikutip dalam kitab Perjanjian Baru, juga disebut “mazmur salib” karena begitu rinci melukiskan penderitaan berat yang dialami Tuhan Yesus Kristus saat disalib. Yang pertama adalah seruan penderitaan dan kesedihan dari seorang penderita saleh yang belum dibebaskan dari pencobaan dan penderitaan. Kedua, kata-kata dalam mazmur ini mengucapkan suatu pengalaman yang jauh melebihi pengalaman manusia biasa. Dengan pimpinan dari Roh Kudus, pemazmur menubuatkan penderitaan Yesus Kristus ketika disalib dan menunjuk kepada pembenaran diri-Nya tiga hari kemudian.

Pemahaman

  • Ayat 1-6, 20-22    : Apakah yang dilakukan oleh pemazmur ketika sedang dalam pergumulan yang berat?
  • Ayat 7-19               : Pergumulan apa saja yang dirasakan oleh pemazmur sehingga ia merasa ditinggalkan oleh Allah?
  • Apa yang saudara lakukan ketika saudara sedang dalam keadaan sulit dan penuh dengan pergumulan?

Ketika pemazmur sedang bergumul dengan kesulitan yang menimpanya, ia berseru kepada Allah. Pemazmur menggumuli perasaan ditinggalkan oleh Allah dengan sikap berdoa. Selain merasa ditinggalkan oleh Allah (Ay. 2-3), pemazmur merasa para musuh sedang datang menyerbunya, ia dihina, dicemooh dan ditolak (Ay. 7-9), sehingga ia merasa fisik dan batin sangat menderita (Ay. 15-19).  Begitu dahsyatnya penderitaan itu sampai digambarkan segala tulangnya terlepas dari sendi-sendinya, bahkan tulang-tulangnya dapat dihitung oleh dirinya sendiri. Penderitaan fisik itu juga menghancurkan psikisnya. Hati yang hancur melemahkan tubuh seseorang, karena itulah dikatakan bahwa kekuatannya kering seperti beling yang mudah dihancurkan. Situasi dan kondisi yang ia hadapi benar-benar membuat dirinya menjadi tidak berdaya. Tidak ada yang bisa diharapkan lagi pada dirinya. Sebab ia tidak lagi mempunyai harta untuk memulihkan keadaannya (Ay. 19), ditambah lagi Allah memang telah menempatkan dirinya dalam debu maut.

Sungguh berat apa yang dialami oleh pemazmur. Namun ia terus berseru dan tetap memohon pertolongan kepada Allah. Banyak orang berhenti berdoa karena merasa putus asa dengan keadaan atau masalah yang dihadapinya. Memang tekanan hidup dan penindasan yang begitu dahsyat sering menyebabkan iman menjadi luluh dan semangat penyerahan berganti dengan kepahitan bahkan dendam. Namun, mazmur ini mengajarkan kepada kita untuk tetap berdoa kepada Allah saat kita sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan-Nya.

Refleksi
Jangan menyerah dengan situasi yang membelenggu kita, tetaplah berdoa! Melalui doa Yesus di taman Getsemani dan saat Yesus disalib, kita belajar bahwa jawaban doa kita mungkin datang pada waktu yang berbeda dan dengan cara yang tidak seperti yang kita doakan. Dalam waktu dan cara yang lebih baik, yaitu berdasarkan waktu dan cara Allah.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk tetap terus berdoa dan tetap sabar untuk menanti jawaban doa dalam setiap pergumulan yang saya hadapi, sehingga saya tidak putus asa dan cepat menyerah dengan keadaan.

Tindakanku
Setiap kali ada masalah berat maupun tidak, saya akan tetap menjaga relasi saya dengan Tuhan melalui doa. Supaya ketika saya menghadapi tantangan hidup yang berat saya percaya ada Yesus yang menolong saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«