suplemenGKI.com

RABU, 25 APRIL 2012

24/04/2012

SIAPA YANG ANDA TAKUTI?

Kisah para Rasul 4: 13-22

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 13-14 : Persoalan dilematis apakah yang sedang dihadapi oleh  para pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli Taurat?
  2. Ayat 15-18 : Bagaimana usaha/cara mereka menyelesaikan dilema yang mereka hadapi?
  3. Pesan apa yang sangat ditonjolkan bagi kita melalui sikap para pemuka agama tersebut? 
  4. Ayat 19-20 : Apakah usaha mereka berhasil? Bagaimana respon Petrus dan Yohanes?
  5. Dalam renungan hari ini, pesan apa yang sangat ditonjolkan bagi kita melalui sikap Petrus dan Yohanes?
  6. Kendala apa yang seringkali membuat orang Kristen sulit meneladani Petrus dan Yohanes? Apa yang harus dimiliki/dibangun dalam diri orang percaya untuk bisa meneladani Petrus dan Yohanes?

 

RENUNGAN

Para pemimpin agama Yahudi, tua-tua serta ahli Taurat sejak awal menentang fakta Yesus adalah Allah, dan bahkan kebangkitanNya pun tidak mau mereka percayai.  Para rasul yang menyampaikan kabar tentang Yesus menjadi ancaman tersendiri bagi popularitas dan eksistensi mereka.  Termasuk diantaranya adalah Petrus dan Yohanes yang baru-baru saja mengadakan mujizat penyembuhan bagi orang lumpuh sejak lahir dan usianya mencapai 40 tahun.

Para pemimpin Yahudi sebenarnya sudah jelas-jelas melihat fakta kuasa Yesus, tetapi mereka tetap mengeraskan hati untuk percaya.  Bahkan mereka takut nantinya orang banyak akan percaya kepada Yesus, sehingga mereka mengancam para rasul. Sungguh amat disayangkan, sudah melihat bukti, sudah mengetahui kebenaran, tetapi ego, popularitas, dan eksistensi membuat mereka menutup mata terhadap kebenaran, bahkan berusaha menutup mata orang banyak untuk tidak melihat apa yang sebenarnya sudah mereka lihat.  Yang terjadi pada para pemimpin Yahudi mengingatkan kita bahwa hal yang sama juga kerap kita temukan terjadi dalam diri orang-orang zaman sekarang.  Tahu akan kebenaran, mengalami kuasa pertolongan Allah, tetapi tidak mau mengakuinya, tidak mau hidup dalam kebenaran tersebut hanya karena mempertahankan ego, popularitas dan eksistensi mereka.  Orang-orang seperti ini menyangkali kebenaran dan kuasa Allah yang bekerja dalam hidup mereka, sebab mereka lebih takut kehilangan popularitas, harga diri, maupun eksistensi mereka, daripada takut akan Allah.

Berkebalikan dengan Petrus dan Yohanes, yang walaupun dalam ancaman, tetapi tidak bergeming dan tidak ciut. Tetap berani menyaksikan kebenaran, bahwa kuasa dan keselamatan hidup hanya ada dalam Yesus.  Keberanian semacam itu dapat mereka miliki karena mereka lebih takut akan Allah daripada takut kepada manusia maupun hal-hal lahiriah/duniawi.

Di tengah banyaknya orang yang tidak takut akan Allah, kita dipanggil untuk menjadi seperti Petrus dan Yohanes yang senantiasa takut akan Allah, sehingga kita dapat dipakai Allah untuk menuntun mereka yang berjalan dalam dosa dan kegelapan hidup. Bukan justru ikut-ikutan lebih takut kehilangan hal-hal duniawi daripada ‘kehilangan’ Allah.

 

Ketika manusia tidak lagi takut akan Allah, hidupnya akan berubah menjadi menakutkan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«