suplemenGKI.com

Filipi 2:1-4

“TIADA KERENDAHAN HATI RAWAN PERPECAHAN”

PENGANTAR

Bahaya perpecahan sedang mengancam jemaat Filipi. Ada guru-guru palsu yang datang dari luar dan anggota-anggota di dalam jemaat yang saling bertengkar (4:1-3). Karena itu Paulus memberikan nasihat tentang apa yang harus dilakukan oleh jemaat agar bahaya yang dikuatirkan tidak terjadi.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 2: Apa yang harus diharapkan Paulus terjadi di antara jemaat Filipi?
  2. Ayat 1: Atas dasar apa Paulus memberikan nasihat demikian?
  3. Ayat 3-4: Bagaimana cara-cara konkrit yang ditunjukkan Paulus kepada jemaat Filipi? Hal-hal apa yang menurut Anda tergolong dalam perbuatan mencari kepentingannya sendiri dan pujian yang sia-sia dalam persekutuan jemaat (sektor Anda/Komisi/bidang pelayanan Anda)?
  4. Apa kunci sukses utama harus dimiliki tiap orang yang mau mengikuti saran Paulus? (ay. 3b)

Dihormati, disegani, dikagumi, dipuji-puji dan diutamakan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dinikmati. Namun bila kemudian hal-hal itu dijadikan ambisi, maka seseorang akan menjadi liar (kehilangan kontrol) atas dirinya sendiri dan juga atas sesamanya. Hal ini mudah sekali menghancurkan sebuah persekutuan jemaat, walau yang melakukan hanya beberapa diantaranya. Karena itu setiap jemaat harus bisa menjaga dirinya sendiri mengingat dampaknya bagi keutuhan sebuah persekutuan. Paulus menghendaki jemaat sehati-sepikir dan satu tujuan, satu jiwa, satu kasih dan yang menjadi pengikat dan pendorong kesemuanya itu adalah karena mereka satu dalam Kristus.

Paulus tidak memberikan nasihat yang ‘di awan-awan’ tetapi nasihat yang memang penting dan praktis. Cara untuk mencapai kesatuan jemaat yang demikian adalah dengan kemauan tiap pribadi untuk bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati akan melihat orang lain tidak lebih rendah dari dirinya, ia akan mampu memperjuangkan kepentingan orang sama seperti ia memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Orang yang rendah hati terkadang harus rela menjadi orang yang ‘kalah’ demi kepentingan pekerjaan Tuhan. Terkadang orang lebih suka mengedepankan persoalan harga diri daripada rendah hati.

REFLEKSI

Apakah kemarahan, kekecewaan, atau kesedihan yang muncul dalam diri kita adalah lebih banyak karena persoalan harga diri kita yang diserang, daripada karena kepentingan Tuhan dan sesama? Saat kepentingan kita dilanggar atau bahkan tidak dianggap, atau pada saat tidak ada pujian atas karya pelayanan dan pekerjaan kita melainkan justru kritikan, saat pendapat kita tidak didengar, ini adalah saat-saat yang paling baik untuk menjadi memeriksa diri.

TEKADKU

Tuhan Yesus, teladan kerendahan hatiMu kiranya dapat terus memotivasi dan menolongku untuk tetap meletakkan harga diriku yang sebenarnya di dalamMu, bukan dalam hal-hal lain yang ingin kudapatkan dari orang lain, harta, popularitas, kekuasaan, dll. Kendalikan diriku Tuhan, Amin.

TINDAKANKU

Sebagai bagian dari GKI Ressud, apa yang harus gereja kita lakukan untuk merealisasikan nasihat Paulus, supaya gereja kita terhindar dari perpecahan?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*